BIPI dan SOCI Kembali ke Pasar, Tapi dengan Aturan Ketat

- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:20 WIB
BIPI dan SOCI Kembali ke Pasar, Tapi dengan Aturan Ketat

Bursa Efek Indonesia (BEI) punya kabar baru. Dua saham, yakni Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) dan Soechi Lines (SOCI), resmi dipindahkan ke papan pemantauan khusus. Keputusan ini menyusul pencabutan status suspensi yang sebelumnya menempel pada kedua saham tersebut.

Efeknya langsung terasa. Mulai 22 Januari 2026, perdagangan BIPI dan SOCI bakal berjalan dengan aturan berbeda. Mereka kini masuk dalam skema full-call auction atau FCA. Jadi, jangan harap bisa jual-beli sesuka hati. Transaksi hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu saja.

Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, sudah mengonfirmasi hal ini.

"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 22 Januari 2026," ujarnya dalam pengumuman resmi, Rabu (21/1).

Alasan pemindahannya merujuk pada aturan yang sudah baku. BEI menempatkan mereka ke papan FCA karena memenuhi kriteria 10. Intinya, saham yang kena suspensi lebih dari satu hari gara-gara aktivitas perdagangan, biasanya akan masuk ke papan khusus ini.

Nah, menariknya, pergerakan kedua saham ini di awal tahun benar-benar panas. Saham BIPI, contohnya, melesat luar biasa. Sejak awal 2026, kenaikannya tembus 135 persen. Manajemen BIPI sendiri mengaku bingung. Mereka klaim tak ada alasan material yang mendasari lonjakan itu.

Corporate Secretary BIPI, Kurniawati Budiman, punya penjelasan. Menurutnya, ini murni permainan pasar.

"Manajemen perseroan menilai penyebab dari pergerakan harga saham perseroan dipengaruhi oleh mekanisme pasar, termasuk sentimen industri, serta faktor eksternal lainnya yang berada di luar kendali perseroan," kata Budiman.

Cerita serupa terjadi pada SOCI. Saham emiten pelayaran ini ikut melejit, terdorong sentimen positif di sektor perkapalan. Paula Marlina, Direktur & Sekretaris Perusahaan SOCI, melihat ada antusiasme tinggi terhadap saham-saham pelayaran tanker, apalagi IHSG juga sedang naik.

Paula mengakui, kenaikan hampir 40 persen sejak Januari itu mengubah valuasi perusahaannya. Baik dari sisi PER maupun PBV. Tapi dia bilang, ini sejalan dengan kenaikan valuasi pasar secara keseluruhan untuk saham sejenis.

Di sisi lain, dia tetap mengingatkan investor untuk berhati-hati. Kondisi permintaan sewa kapal tanker yang stabil mungkin jadi magnet, namun harga harus tetap wajar sesuai fundamental.

"Perseroan menyampaikan agar pelaku pasar tetap memperhatikan faktor risiko dalam membuat kebijakan investasi pada saham perseroan," pesan Marlina.

Jadi, meski sudah bisa diperdagangkan lagi, perjalanan BIPI dan SOCI ke depan bakal diawasi ketat. Dengan aturan FCA ini, bursa sepertinya ingin mencegah gejolak berlebihan. Kita lihat saja nanti.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar