MDKA & ARCI Melonjak 10%! Ini Pemicu Rebound Emas yang Bikin Investor Cuan

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:40 WIB
MDKA & ARCI Melonjak 10%! Ini Pemicu Rebound Emas yang Bikin Investor Cuan
Saham Tambang Emas Melonjak: MDKA & ARCI Naik, Harga Emas Rebound

Saham Tambang Emas Melonjak, Dipicu Kenaikan Harga Emas Dunia

Jakarta - Saham-saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa cemerlang pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kenaikan ini seiring dengan pulihnya harga logam mulia di pasar global setelah mengalami penurunan.

Daftar Saham Emiten Tambang Emas yang Menguat

Berikut adalah daftar saham tambang emas yang mengalami kenaikan signifikan:

  • MDKA (Merdeka Copper Gold): Memimpin kenaikan dengan lonjakan 10,60% ke level Rp 2.400.
  • HRTA (Hartadinata Abadi): Menguat 8,05%.
  • ARCI (Archi Indonesia): Naik 7,69%.
  • BRMS (Bumi Resources Minerals): Terkerek 6,43%.

Emiten lain seperti PSAB, ANTM, AMMN, dan EMAS juga mencatatkan kenaikan, meski lebih moderat.

Penyebab Kenaikan: Harga Emas Rebound

Harga emas spot (XAU/USD) bangkit dengan kenaikan 0,42% ke level USD 3.969 per ons. Ini menghentikan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pemulihan harga emas ini menjadi pendorong utama minat investor terhadap saham sektor pertambangan.

Faktor yang Memengaruhi Pasar Emas

Beberapa faktor eksternal yang sedang menjadi perhatian pelaku pasar:

  • Kebijakan Federal Reserve (The Fed): Pasar menanti keputusan dan pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, mengenai arah suku bunga. Pasar telah memprediksi potensi penurunan suku bunga lagi pada Desember.
  • Perdagangan AS-China: Investor memantau perkembangan kesepakatan dagang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Kesepakatan ini berpotensi meredakan ketegangan perdagangan namun dapat menekan permintaan emas sebagai aset safe-haven.

Trend Harga Emas Secara Keseluruhan

Secara tahunan, harga emas masih menunjukkan performa yang kuat, tercatat telah menguat sekitar 50% sepanjang 2025. Kenaikan berkelanjutan ini ditopang oleh beberapa faktor fundamental:

  • Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
  • Aksi pembelian agresif dari berbagai bank sentral dunia.
  • Kekhawatiran atas pelemahan nilai mata uang utama.

Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar