BBPJN Targetkan Tutup Lubang Jalan Nasional Sulsel Sebelum 10 Maret Jelang Mudik

- Selasa, 10 Maret 2026 | 11:00 WIB
BBPJN Targetkan Tutup Lubang Jalan Nasional Sulsel Sebelum 10 Maret Jelang Mudik

Jalanan di Sulsel lagi bermasalah. Parahnya, ini terjadi di ruas-ruas vital yang bakal ramai dilintasi pemudik nanti. Lubang-lubang besar menganga, misalnya di jalur Makassar-Maros, Pangkep, hingga Barru. Titik-titik seperti Jalan Urip Sumohardjo dan Perintis Kemerdekaan di Makassar kondisinya memprihatinkan. Padahal, seperti kita tahu, arus mudik Lebaran 2026 tinggal hitungan hari.

Target Tutup Lubang: 10 Maret

Nah, menanggapi kondisi itu, pemerintah punya target. Indra Cahya Kusuma, sang Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, bilang semua lubang di jalan nasional ditargetkan tertutup paling lambat 10 Maret 2026. Pernyataan ini dia sampaikan usai rapat dengan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

“Secara umum tingkat kemantapan jalan sudah di atas 95 persen,” ujar Indra.

Dia memaparkan, dari total panjang jalan nasional sekitar 1.740 kilometer, kondisi sebenarnya masih tergolong baik. Namun begitu, dia mengakui ada beberapa bagian yang butuh perhatian khusus, terutama di koridor Makassar-Maros-Pangkep. Menurutnya, penanganan di area itu sudah ditangani tiga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Beberapa waktu lalu memang banyak muncul lubang di ruas tersebut. Penyedia jasa saat ini sudah bekerja menutup lubang-lubang itu,” jelasnya lagi.

Hujan Lebat dan Truk ODOL Jadi Tantangan

Tapi, usaha perbaikan ini nggak mulus-mulus amat. Ada dua hal yang jadi momok: cuaca dan kendaraan berat. BMKG sudah keluarkan peringatan, hujan lebat hingga sangat lebat bakal mengguyur Sulsel pada 10-12 Maret. Wilayah seperti Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, dan Barru berpotensi kena dengan intensitas 50-100 mm per hari.

“Cuaca ekstrem ini bisa mempercepat kerusakan jalan dan memunculkan lubang-lubang baru,” kata Indra.

Belum lagi soal truk. Data BPTD menunjukkan, rata-rata ada 300 truk ODOL (over dimension over load) yang melintas tiap hari. Kombinasi antara hujan deras dan beban berlebih inilah yang bikin jalan cepat rusak.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar