Siaga 17 Posko dan Aspal Darurat
Untuk mengantisipasi hal darurat saat mudik, BBPJN Sulsel nyebar 17 posko di sepanjang jalan nasional. Posko-posko ini dilengkapi material sementara, kendaraan operasional, bahkan alat berat. Mereka juga siagakan 67 unit alat berat seperti ekskavator dan motor grader.
Material tambalan cepat seperti aspal dingin udah disiapin. Cuma, Indra ngakuin daya tahannya nggak sekuat aspal hotmix, apalagi kalo ujan-ujanan dan dilindes truk.
“Kalau kondisi darurat tetap kita tutup dengan tambalan cepat agar jalan tetap fungsional dilalui pemudik,” sebutnya. Intinya, yang penting bisa dipakai dulu.
Prediksi Pemudik Meningkat, Ada Bus Gratis
Sementara itu, dari sisi pergerakan, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memprediksi ada kenaikan sekitar 20% pemudik dibanding tahun 2025. Kalo tahun lalu sekitar 4,5 juta orang, tahun ini bisa mencapai 5 hingga 6,1 juta orang. Mayoritas, sekitar 3,9 juta orang, diproyeksikan lewat jalur darat.
“Potensi puncak arus mudik diperkirakan sekitar 38 ribu orang per hari,” kata Andi Sudirman.
Nah, buat ngurangin risiko, Pemprov Sulsel nyiapin program mudik gratis. Ada bus untuk penumpang dan truk khusus buat angkut motor. Program ini terutama ditujukan buat pemudik yang tujuan jauh kayak ke Masamba atau wilayah utara Sulsel lainnya. Harapannya, dengan motor diangkut truk, pengendaranya nggak kelelahan di jalan.
Kebijakan lain yang bakal diterapin: pembatasan kendaraan besar mulai H-5 Lebaran. Aturan ini bakal berlaku 13 sampai 29 Maret, dengan pengecualian buat kendaraan pengangkut BBM, logistik bencana, dan bahan pokok. Semua upaya ini, tentu saja, demi lancarnya arus mudik di tengah kondisi jalan yang lagi rentan.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Signifikan, Tembus Rp3 Jutaan per Gram
Mantan Pj Gubernur Sulsel Ditahan, Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rugikan Negara Rp50 Miliar
Truk Nyangkut di Perlintasan Kaligawe, 10 Perjalanan KA di Semarang Terganggu
Kejati Sulsel Tahan Lima Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar