Ketegangan di Timur Tengah makin memanas, dan Iran kini menyatakan kesiapannya untuk perang yang berlarut-larut. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara terbuka mengklaim siap menghadapi konflik militer jangka panjang, terutama dengan Amerika Serikat dan Israel yang dianggap sebagai lawan utamanya.
Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, tak ragu menyebut angka. Menurutnya, angkatan bersenjata Iran punya kemampuan bertahan dalam perang intensif setidaknya selama enam bulan penuh. "Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mampu melanjutkan perang intensif setidaknya selama 6 bulan dengan laju operasi saat ini," ujarnya, seperti dilaporkan kantor berita Fars.
Pernyataan tegas itu disampaikan pada Minggu (8/3/2026), di tengah situasi kawasan yang terus memanas. Naini menambahkan, negaranya sudah mempersiapkan segalanya untuk skenario terburuk. Persiapan itu mencakup beragam sistem persenjataan, mulai dari rudal balistik, rudal jelajah, drone tempur, hingga armada kapal serang. Semuanya diklaim siap mendukung operasi militer dalam waktu lama.
"Tidak ada alasan untuk khawatir," tegasnya.
Yang menarik, Naini mengungkapkan bahwa serangan-serangan Iran selama ini baru memanfaatkan rudal generasi pertama dan kedua. Artinya, masih ada 'senjata pamungkas' yang belum dikeluarkan. Dalam waktu dekat, Iran berencana mengerahkan metode serangan baru serta sistem rudal jarak jauh yang lebih canggih. Tujuannya jelas: memberi tekanan lebih kuat kepada musuh-musuhnya di kawasan.
Artikel Terkait
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Mahfud MD Bantah Pernyataan Palsu Soal Kasus Yaqut yang Disebar Media
Pasar Murah Makassar Buka Tiga Hari, Stabilkan Harga Jelang Lebaran
Pemerintah Pacu Reformasi Birokrasi dengan Sistem Merit dan Manajemen Talenta ASN