Di sisi lain, Uya menekankan bahwa MBG sejatinya adalah investasi jangka panjang pemerintah untuk membangun sumber daya manusia. Pemenuhan gizi yang baik sejak dini, dalam pandangannya, adalah pondasi utama untuk mencetak generasi yang kelak lebih sehat dan tentu saja, produktif.
Acara sosialisasi itu sendiri juga dihadiri sejumlah figur lain. Sebut saja Anggota DPRD DKI Jakarta, Astrid Margareta, dan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi, Haidir.
Astrid, dalam kesempatan yang sama, sepakat dengan narasi strategis program ini.
"Ini langkah yang tepat untuk memperkuat generasi muda kita," ujarnya.
Ia menegaskan, memastikan anak-anak mendapat gizi yang cukup bukanlah pengeluaran, melainkan investasi berharga untuk masa depan bangsa.
Jadi, manfaat Program Makan Bergizi Gratis ini seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ada upaya konkret memperbaiki kesehatan anak. Di sisi lain, ada geliat ekonomi yang digerakkan, lewat keterlibatan usaha lokal baik sebagai pemasok maupun pengelola. Dampaknya pun jadi lebih meluas ke masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, 4 Masih Dicari
ASDP Bone Siapkan Enam Kapal untuk Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026
Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Trump Tolak Suksesi
AC Milan Kalahkan Inter 1-0 Berkat Gol Estupiñán Meski Didominasi