Iran punya pemimpin baru. Setelah Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia dalam sebuah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, posisi pemimpin tertinggi kini dipegang oleh putranya sendiri, Mojtaba Khamenei.
Pengumuman resmi itu disampaikan Majelis Ahli pada Minggu (8/3/2026) waktu setempat. Lembaga ulama inilah yang punya wewenang penuh untuk memilih sosok pemimpin di Republik Islam Iran. Cukup mengejutkan, keputusan besar ini diambil hanya sembilan hari setelah serangan udara yang merenggut nyawa ayahnya dan memicu ketegangan hebat di Timur Tengah.
Menurut pernyataan Majelis Ahli, Mojtaba terpilih lewat pemungutan suara internal para ulama.
Dengan ini, dia resmi menjadi pemimpin tertinggi ketiga sejak revolusi 1979. Selama bertahun-tahun, Mojtaba memang dikenal punya pengaruh kuat di lingkaran dalam kekuasaan ayahnya. Bahkan, banyak yang menyebut dia punya hubungan yang sangat dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), institusi militer paling berpengaruh di Iran.
Artikel Terkait
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Mahfud MD Bantah Pernyataan Palsu Soal Kasus Yaqut yang Disebar Media
Pasar Murah Makassar Buka Tiga Hari, Stabilkan Harga Jelang Lebaran
Pemerintah Pacu Reformasi Birokrasi dengan Sistem Merit dan Manajemen Talenta ASN