Gol itu membangkitkan semangat Torino. Mereka menyerbu habis-habisan di menit-menit injury time. Suasana tegang sempat menyelimuti stadion. Sayangnya, bagi Torino, waktu sudah tak lagi memihak. Peluang emas terakhir mereka berakhir dengan tembakan melambung di atas mistar.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Napoli menang.
Laga Penuh Taktik dan Pergantian Pemain
Sepanjang pertandingan, kedua pelatih terlihat aktif melakukan manuver. Napoli, misalnya, memasukkan Kevin De Bruyne di babak kedua untuk mengatur ritme. Sementara Torino mengandalkan energi segar Kulenovic dan tentu saja, Casadei, sang pencetak gol. Wasit juga cukup sibuk, mengeluarkan beberapa kartu kuning untuk mengendalikan intensitas duel yang kadang memanas.
Di sisi lain, performa lini tengah Napoli patut diacungi jempol. Mereka berhasil memotong aliran bola Torino dan menjadi motor serangan.
Artinya Bagi Klasemen
Kemenangan ini jelas sangat berharga bagi Napoli. Di musim 2025/2026 yang kompetitif ini, tiga poin bisa berarti banyak untuk tetap bertahan di papan atas Serie A. Mereka masih punya peluang besar.
Bagi Torino, hasil ini tentu pahit. Mereka bermain dengan hati di akhir laga, tapi harus pulang dengan tangan hampa. Perjalanan masih panjang, dan mereka harus segera bangkit di laga berikutnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Rp33.000 per Gram
Masjid Istiqlal Houston Jadi Pusat Ukhuwah bagi Muslim Multikultural di Ramadan
Analisis CSIS: Operasi Militer AS di Iran Habiskan Rp62,6 Triliun dalam 100 Jam Pertama
Valverde Cetak Gol Telat, Real Madrid Taklukkan Celta Vigo 2-1