Dan situasi pun berbalik dengan cepat. Hanya delapan menit berselang, nasib malang berpindah ke kubu lawan. Mosquera melakukan blunder dengan mencetak gol bunuh diri sendiri, mengubah papan skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Al Nassr. Puncak drama terjadi lima menit menjelang akhir pertandingan. Al Hamdan, yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses menuntaskan umpan matang dari Joao Felix. 3-1. Skor itu bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Yang menarik, meski Ronaldo gagal mencetak gol dari titik penalti, perannya dalam membangun serangan tetap tak bisa dianggap remeh. Tapi sorotan justru tertuju pada Al Hamdan. Pemain muda itulah yang muncul sebagai pahlawan lewat performa impresifnya di babak kedua.
Kemenangan ini jelas bicara banyak. Bukan cuma soal tiga poin, tapi lebih tentang karakter sebuah tim. Al Nassr menunjukkan mental baja; mampu bangkit dari keterpurukan dan membalikkan keadaan dalam waktu yang terbilang singkat. Sebuah pernyataan yang kuat.
Secara statistik, pertandingan ini pengecualian. Ronaldo gagal penalti, ada dua gol bunuh diri, dan kebangkitan terjadi dalam rentang 13 menit terakhir. Ringkasnya: gol bunuh diri Al Amri (45 2'), gol penyama Mane (72'), gol bunuh diri Mosquera (80'), dan penutup manis dari Al Hamdan (85'). Skor akhir 1-3 berbicara sendiri.
Artikel Terkait
Fortuna Sittard Taklukkan NEC Nijmegen 3-2, Justin Hubner Cetak Gol
Bayern Munich Kalahkan Borussia Dortmund 3-2 dalam Laga Sengit Der Klassiker
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadhan Wajah Asli Indonesia
Jadwal Imsak dan Salat untuk Warga Medan, 1 Maret 2026