Lalu, bagaimana dengan niatnya? Ini sering jadi pertanyaan.
Menurut ulama mazhab Asy-Syafi'iyah, niat puasa Ramadhan termasuk rukun. Sementara ulama dari mazhab lain menganggapnya sebagai syarat. Perbedaan ini mungkin teknis, tapi intinya sama: niat itu wajib.
Yang perlu diingat, niat itu tempatnya di hati. Melafalkan dengan lisan itu baik, tapi yang paling penting adalah kesungguhan di dalam dada. Kalau sudah terbetik dalam hati, itu sudah cukup.
Bacaan lafal niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
"Nawaitu shouma ghodin 'an adaain fardhi syahri romadhoona haadzihissanati lillahi ta'aala."
Artinya, "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Semoga informasi jadwal dan tata cara niat ini bermanfaat. Selamat menunaikan ibadah puasa hari kesembilan, semoga lancar sampai maghrib nanti.
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar
Ibu Rumah Tangga di Polman Tewas Diduga Tersengat Listrik di Kamar Mandi
IHSG Menguat ke 7.500, Analis Buka Target 7.856 dengan Peringatan Koreksi