ucap dia.
Ia mengamati sebuah fenomena yang mengkhawatirkan: generasi muda Makassar mulai enggan, bahkan malu, menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. Padahal, menurut Appi, sikap seperti itu lambat laun bisa mengikis identitas kultural masyarakat.
"Hampir kita kehilangan identitas diri karena banyak yang malu memakai bahasa Makassar. Padahal ini adalah jati diri kita,"
katanya dengan nada prihatin.
Nah, kehadiran kamus digital ini diharapkan bisa menjadi solusi yang adaptif. Bentuknya yang modern dianggap lebih cocok untuk generasi sekarang, sekaligus mendorong pembelajaran bahasa Makassar di semua sekolah.
Appi memberi contoh konkret. Banyak diksi dalam bahasa Makassar, seperti "pappasang" yang berarti pesan atau nasihat, atau "sinrilik" yang merujuk pada sastra tutur, menyimpan nilai filosofis yang dalam.
"Nilai-nilai budaya dan filosofi tinggi itu tidak akan bisa dipahami tanpa penguasaan bahasanya,"
terangnya. Intinya, kehilangan bahasa berarti kehilangan cara memahami dunia leluhur.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Pencak Silat Sebagai Cermin Jati Diri dan Ilmu Kesatria
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun