Harga daging ayam dan telur juga stabil, masing-masing di rentang Rp38.000–Rp40.000 dan Rp30.000–Rp31.000 per kilogram. Segmentasi harga ayam layer dari tingkat kandang ke pedagang pun berjalan normal tanpa gejolak berarti.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Hendra Wibawa, menyatakan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat.
“Kami memantau secara ketat, dan sejauh ini harga masih normal. Pasokan daging, ayam, dan telur ayam tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Pemantauan di Bogor dan Bekasi
Di Kabupaten Bogor, pemantauan sehari sebelumnya di Pasar Cibinong dan Citeureup mencatat harga daging sapi sesuai HAP, yakni Rp130.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam sedikit lebih tinggi, antara Rp43.000–Rp45.000 per kilogram, didorong oleh peningkatan konsumsi selama Ramadan. Distribusi telur dari sejumlah daerah seperti Jawa Tengah dan Karangasem terpantau lancar, mendukung ketersediaan stok.
Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menegaskan bahwa ketersediaan relatif aman dan pengawasan akan berlanjut untuk menjaga keseimbangan pasar.
Sidak di Bekasi, juga pada Minggu (22/2), di Pasar Tambun dan Pasar Induk Cibitung menunjukkan harga daging sapi Rp130.000–Rp140.000/kg, daging ayam Rp36.000–Rp40.000/kg, dan telur Rp32.000–Rp33.000/kg. Pasokan sapi didatangkan dari sejumlah RPH setempat.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Peringatan Tegas dari Menteri Pertanian
Komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga ini sebelumnya telah ditegaskan langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman. Saat melakukan sidak di Pasar Kebayoran pada 20 Februari 2026, Amran menyatakan sikap tegas terhadap praktik permainan harga.
“Kami terus memperkuat koordinasi. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah bersama aparat terkait akan segera mengambil langkah penanganan. Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Jadi tidak boleh ada main-main,” tegasnya.
Kolaborasi Kunci Stabilitas Harga
Kinerja subsektor peternakan yang terjaga menjadi fondasi utama ketersediaan pasokan selama Ramadan. Upaya ini diperkuat dengan koordinasi intensif antara pemerintah pusat, daerah, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum untuk mencegah gangguan stabilitas harga.
Kementerian Pertanian mengajak seluruh pelaku rantai pasok untuk berkomitmen pada harga acuan. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan ketidakwajaran harga kepada pihak berwenang setempat. Kolaborasi semua pemangku kepentingan dinilai krusial untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik hingga perayaan Idulfitri.
Artikel Terkait
Pemuda di Makassar Aniaya Ibu Kandung Usai Ibu Marahi Nenek
Harga Emas Pegadaian Anjlok, Galeri24 dan UBS Turun Signifikan
Dua Rumah Hangus Terbakar di Barru, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Polres Bone Gelar Serah Terima Jabatan untuk Sejumlah Pejabat Kunci