Menteri Keuangan Klaim Kebijakan Fiskal-Moneter Redam Demonstrasi

- Jumat, 13 Februari 2026 | 23:00 WIB
Menteri Keuangan Klaim Kebijakan Fiskal-Moneter Redam Demonstrasi

MURIANETWORK.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa stabilitas sosial dan politik suatu negara sangat bergantung pada kondisi ekonominya. Pernyataan ini disampaikannya dalam forum Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026). Menurutnya, perbaikan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja akan membuat masyarakat lebih fokus bekerja daripada melakukan demonstrasi. Untuk mencapai hal itu, pemerintah telah menggerakkan berbagai instrumen kebijakan sejak September tahun lalu.

Menggerakkan Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya mengungkapkan, upaya menghidupkan kembali mesin pertumbuhan ekonomi telah dilakukan melalui serangkaian kebijakan yang menyentuh tiga bidang utama: fiskal, moneter, dan sektor riil. Langkah-langkah konkret ini diambil untuk mendorong percepatan pemulihan.

“Sejak September kemarin kita coba hidupkan lagi mesin-mesin pertumbuhan ekonomi. Kita coba fiskal, moneter, dan riil,” tuturnya dalam kesempatan tersebut.

Mendorong Percepatan Belanja Pemerintah

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan aktif mendorong percepatan belanja baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Tujuannya agar anggaran negara dapat segera bersirkulasi dalam sistem perekonomian. Purbaya dengan terbuka mengakui bahwa langkah ini tidak selalu mudah dan sempat menimbulkan ketidaknyamanan di internal pemerintah.

“Sektor fiskal kita gebrak-gebrak tuh kementerian, lembaga yang lain. Yang sebagian marah ke saya, juga pemda-pemda supaya belanja tepat waktu. Mereka jalankan, walaupun mereka marah, tapi mereka jalankan tugas mereka dengan baik,” ujarnya.

Ia meyakini, percepatan belanja ini membuat transisi fiskal menjadi lebih cepat menjangkau masyarakat dan pelaku usaha, sehingga memberikan stimulus yang dibutuhkan.

Mengalirkan Likuiditas ke Sektor Perbankan

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar