Mahfud MD Dorong Profesional Manfaatkan Jalur RPL di UTM, Sebut Lebih Terhormat Daripada Gelar Kehormatan

- Jumat, 13 Februari 2026 | 21:00 WIB
Mahfud MD Dorong Profesional Manfaatkan Jalur RPL di UTM, Sebut Lebih Terhormat Daripada Gelar Kehormatan

MURIANETWORK.COM - Prof. Mahfud MD menilai Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memiliki peran krusial sebagai penggerak peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Madura. Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum bertajuk "Hukum dalam Dinamika Demokrasi di Indonesia dan Tantangan Hukum Pancasila dalam Era Globalisasi dan Digitalisasi" di Fakultas Hukum UTM, Jumat (13/2/2026). Mantan Menko Polhukam itu mendorong para profesional, termasuk aparatur negara, untuk memanfaatkan program magister dan doktor jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang ditawarkan kampus tersebut sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas diri.

Apresiasi atas Kemajuan Kampus

Dalam kunjungannya ke kampus yang terletak di Bangkalan itu, Mahfud MD mengaku terkesan dengan perkembangan yang dicapai UTM. Ia mengungkapkan kekagumannya melihat kemajuan yang signifikan sejak kunjungan terakhirnya.

"Lama tidak ke kampus Universitas Trunojoyo Madura, ternyata saat ini sudah begitu maju," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Ia pun melihat momentum ini sebagai peluang emas bagi masyarakat Madura. Menurutnya, keberadaan UTM dengan berbagai program andalannya, termasuk RPL, membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan relevan.

Dorongan untuk Profesional Manfaatkan Jalur RPL

Mahfud secara khusus menyoroti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dijalankan Pascasarjana UTM. Program ini dinilainya sebagai terobosan penting yang mengakui pengalaman kerja lapangan dengan mengkonversinya menjadi satuan kredit semester (SKS).

"Dengan program magister jalur RPL seperti ini, saya menyarankan para pejabat muda, aparatur, jaksa, hakim, agar mengikuti kuliah dengan jalur ini. Karena kesempatan akademiknya terbuka. Dalam program RPL, pengalaman kerja lapangan dikonversi ke dalam kredit (SKS) sehingga mahasiswa tak harus mulai kuliah dari Semester I," jelasnya.

Ia mendorong para profesional di berbagai bidang untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan akademik formal ini. Langkah ini, tegasnya, jauh lebih bernilai dibandingkan mengejar gelar melalui jalur instan.

Peringatan terhadap Gelar Kehormatan

Di tengah dorongannya, Mahfud juga memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan para profesional agar tidak tergoda mencari jalan pintas dengan mengejar gelar doktor honoris causa atau guru besar kehormatan hanya demi prestise semata.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar