"Jalur rekognisi pembelajaran lampau ini lebih terhormat daripada mengambil gelar kehormatan yang terkadang tak ada keringat dan aroma akademiknya. Yang mau jadi doktor, master, masuk saja ke UTM," imbaunya.
Menurut pandangannya, langkah mencari gelar kehormatan tidak menguntungkan, baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi institusi perguruan tinggi yang memberikannya. Ia menekankan pentingnya menimba ilmu di kampus yang benar melalui proses akademik yang otentik.
Keyakinan pada Peran dan Kualitas UTM
Lebih dari sekadar penyelenggara pendidikan, Mahfud MD memandang UTM sebagai pencetak intelektual yang membentuk karakter. Ia menyebut kekuatan utama perguruan tinggi terletak pada kemampuannya membentuk pola pikir dan watak mahasiswanya.
"UTM itu mencetak ilmunya dan wataknya. Lingkungannya memungkinkan. Sumber daya manusia ini juga hebat-hebat dan bisa bersaing secara nasional," tegasnya.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Ada ikatan emosional dan sejarah yang mendasari keyakinannya. Mahfud mengungkapkan, UTM bagaikan rumah sendiri baginya. Saat menjabat Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ia aktif mendorong perubahan status Universitas Bangkalan dari swasta menjadi perguruan tinggi negeri yang kini bernama UTM.
"Makanya tadi, Pak Rektor UTM, Prof. Safi' dalam sambutannya sambil berkelakar mengatakan, kepanjangan lain dari UTM adalah Universitas Titipan Mahfud," candanya mengenang.
Dukungan dari Pimpinan Kampus
Rektor UTM, Prof. Safi', menyambut positif kuliah umum dan dukungan dari Mahfud MD tersebut. Ia menyebut kehadiran mantan Menko Polhukam itu sebagai kesempatan besar dan kehormatan bagi para mahasiswa baru program magister dan doktor ilmu hukum.
"Prof. Mahfud MD adalah maha guru, yang juga berkontribusi besar pendirian kampus negeri di Madura ini," puji Safi'.
Dukungan dari figur nasional seperti Mahfud MD diharapkan dapat semakin memacu semangat civitas akademika UTM dalam menjalankan misinya meningkatkan kualitas SDM, tidak hanya untuk Madura, tetapi juga untuk kontribusi yang lebih luas di tingkat nasional.
Artikel Terkait
Nelayan di Pacitan Tewas Diduga Terseret Ombak Saat Melaut
Ragnar dan Verdonk Pulang Bareng ke Eropa, Bawa Misi Berbeda ke Klub Masing-masing
Malaysia dan Filipina Gagal Lolos, Empat Wakil ASEAN Siap Berlaga di Piala Asia 2027
Kebakaran Ruko di Wamena Tewaskan 11 Orang, Termasuk Balita 2 Tahun