Wall Street Turun: Saham Teknologi Anjlok Imbas Kekhawatiran Belanja AI
Tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (30/10), dengan Nasdaq Composite dan S&P 500 memimpin penurunan. Pelemahan ini dipicu oleh anjloknya saham-saham teknologi besar seperti Meta dan Microsoft akibat kekhawatiran belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Data Pelemahan Indeks Saham AS
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,23% ke level 47.522,12. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,99% ke 6.822,34, dan Nasdaq Composite mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,57% ke 23.581,14.
Penyebab Anjloknya Saham Teknologi
Saham Meta Platforms mengalami penurunan terbesar dalam tiga tahun dengan anjlok 11,3%. Hal ini terjadi setelah perusahaan memproyeksikan peningkatan signifikan belanja modal tahun depan untuk investasi agresif dalam teknologi AI.
Microsoft juga turun 2,9% setelah melaporkan belanja modal hampir USD 35 miliar pada kuartal pertama fiskal dan memperingatkan bahwa pengeluaran akan terus meningkat sepanjang tahun.
Kinerja Positif Alphabet dan Sektor Lain
Berbeda dengan Meta dan Microsoft, saham Alphabet justru menguat 2,5% berkat pertumbuhan stabil di bisnis periklanan dan komputasi awan yang melampaui ekspektasi pasar.
Sektor properti menjadi penopang dengan kenaikan 0,7%, sementara tujuh dari sebelas sektor utama S&P 500 mengalami pelemahan, dengan sektor consumer discretionary turun paling dalam 2,6%.
Pengaruh Kebijakan Federal Reserve
Pasar juga mencermati sikap lebih ketat dari The Fed meskipun telah menurunkan suku bunga 25 basis poin. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan ketidakpastian pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember membuat probabilitas pemotongan suku bunga turun menjadi 70% dari sebelumnya lebih dari 90%.
Analisis Pasar dan Prospek AI
Menurut analis, investor berada dalam mode risk-off setelah reli yang cukup panjang. Ketidakpastian kapan investasi besar-besaran di AI akan memberikan imbal hasil menjadi perhatian utama pasar.
Optimisme terhadap AI sebenarnya menjadi penggerak utama reli saham AS tahun ini, dengan raksasa teknologi menyumbang 35% bobot S&P 500. Namun, kinerja emiten teknologi kuartal ini dinilai belum memenuhi ekspektasi tinggi investor.
Perkembangan Perusahaan Lainnya
Setelah penutupan perdagangan, saham Amazon melonjak 9% berkat permintaan kuat di layanan cloud, sementara Apple naik tipis dengan penjualan iPhone yang solid meski menghadapi gangguan pasokan.
Dari sisi korporasi, saham Cardinal Health melonjak 15,4% setelah menaikkan proyeksi laba, sedangkan Chipotle Mexican Grill anjlok 18,2% usai memangkas proyeksi penjualan karena tekanan tarif dan inflasi.
Kondisi Pasar Secara Keseluruhan
Penurunan pasar terjadi setelah empat hari berturut-turut mencetak rekor tertinggi. Volume transaksi tercatat 20,32 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir. Rasio saham yang melemah versus menguat mencapai 2,1 banding 1 di NYSE.
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan