Pakar Peringatkan Kelangkaan Bahan Baku Ancaman Nyata dari Eskalasi Timur Tengah

- Selasa, 31 Maret 2026 | 20:20 WIB
Pakar Peringatkan Kelangkaan Bahan Baku Ancaman Nyata dari Eskalasi Timur Tengah

JAKARTA – Ancaman konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan cuma soal geopolitik. Bagi Indonesia, ada dampak lain yang jauh lebih mengerikan dan langsung menyentuh sendi-sendi perekonomian. Pakar ekonomi Anthony Budiawan memberikan peringatan keras soal ini.

Menurutnya, kenaikan harga barang-barang seperti plastik mungkin masih bisa ditolerir. Yang jauh lebih berbahaya? Kalau bahan bakunya sama sekali tidak ada di pasaran.

"Naik aja sebetulnya dalam kondisi sekarang ini tidak begitu menjadi masalah," ujar Anthony.

"Yang masalah adalah tidak ada bahan bakunya, itu yang lebih bahaya lagi."

Pernyataan itu dia sampaikan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?' di iNews, Selasa (31/3/2026).

Plastik, misalnya. Bahan ini punya peran vital dan dibutuhkan oleh begitu banyak sektor industri. Bayangkan jika tiba-tiba suplainya terputus. Anthony menjelaskan, ketiadaan bahan baku seperti ini bisa langsung mengancam sektor manufaktur.

Dampak berantainya jelas. Industri tak bisa berproduksi, omzet merosot, dan pilihan yang tersisa seringkali menyedihkan: mengurangi tenaga kerja.

"Mereka tidak bisa produksi dan kemudian mereka harus mengurangi tenaga kerja. Ini yang lebih mengerikan," tegasnya.

Faktanya, kekhawatiran ini bukan sekadar teori. Anthony mengaku mendapat informasi dari lapangan bahwa sejumlah industri sudah mulai was-was. Mereka bahkan enggan menjamin suplai barang ke konsumen, lantaran takut bahan baku tak kunjung datang. Situasinya memang mencemaskan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar