Sayangnya, nasib berbeda dialami awak kokpit. Pilot Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro Adi Anggoro tewas di tempat akibat luka tembak. Jenazah keduanya sempat terlihat terbaring di area landasan sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan keesokan harinya.
Kombes Cahyo Sukarnito mengonfirmasi korban jiwa dalam insiden ini. “Pilot dan Kopilot pesawat tersebut dipastikan tewas dalam insiden penembakan,” tuturnya. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Timika untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum dipulangkan ke Jakarta.
Identifikasi Pelaku dan Upaya Penegakan Hukum
Aparat keamanan telah mengidentifikasi kelompok yang diduga bertanggung jawab. Pelaku diduga berasal dari KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah yang bermarkas di Yahukimo.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyebutkan identitas kelompok tersebut. "KKB yang dari Yahukimo, KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah," ungkapnya.
Brigjen Faizal Ramadhani menambahkan bahwa kelompok tersebut dipimpin oleh Elkius Kobak, yang hingga kini masih diburu oleh aparat. Pengejaran terhadap para pelaku dilakukan secara intensif pasca-insiden.
Kombes Yusuf Sutejo menegaskan komitmen penegakan hukum. "Masih diburu," tegasnya mengenai upaya penangkapan terhadap anggota KKB yang terlibat. Operasi pengamanan dan penyelidikan dipusatkan untuk memulihkan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Bezzecchi Kukuhkan Puncak Klasemen dengan Kemenangan di MotoGP Amerika
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Cuaca Ekstrem di Awal Masuk Sekolah
Komisi III DPR Kritik Penanganan Kasus Korupsi Videografer Rp30 Juta
Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Mengingatkan Tradisi Penyamaran Soekarno