Angka Anak Tidak Sekolah di Bone Turun Drastis Berkat Validasi Data dan Program Jemput Bola

- Senin, 09 Februari 2026 | 14:00 WIB
Angka Anak Tidak Sekolah di Bone Turun Drastis Berkat Validasi Data dan Program Jemput Bola

kata Bupati Asman Sulaiman kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Program Sekolah Rakyat ini sendiri merupakan gagasan Presiden Prabowo, yang dirancang khusus untuk membuka jalan bagi anak-anak di daerah terpencil. Program ini nantinya akan didampingi sejumlah Perguruan Tinggi Negeri untuk memastikan kualitasnya. Sekolah Rakyat hadir untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga punya program andalan lain: Gerakan Lisu Massikola atau Gerlimas. Intinya gerakan ini aktif menjemput bola. Tim turun langsung menjangkau anak-anak yang putus sekolah, lalu mengarahkan mereka kembali entah ke sekolah biasa atau ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Tak cuma itu, upaya pendukung lain juga digelontorkan. Mulai dari subsidi biaya sekolah, bantuan perlengkapan belajar, sampai memaksimalkan jalur nonformal lewat PKBM dan program Paket A, B, dan C. Opsi ini penting bagi anak-anak yang, karena berbagai alasan, sudah tidak memungkinkan lagi kembali ke sistem sekolah formal.

Jadi, kombinasi antara pembersihan data, program jemput bola seperti Gerlimas, dan penyediaan alternatif lewat Sekolah Rakyat serta PKBM, rupanya mulai membuahkan hasil. Ribuan anak dari keluarga kurang mampu perlahan kembali terhubung dengan layanan pendidikan. Sebuah langkah awal yang patut diapresiasi.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar