Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie: Pertemanan Panjang dari Diskusi Hukum hingga Tumpangan ke Hotel Indonesia

- Minggu, 08 Februari 2026 | 14:00 WIB
Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie: Pertemanan Panjang dari Diskusi Hukum hingga Tumpangan ke Hotel Indonesia

Jimly menanyakan di mana Mahfud menginap. Mendengar jawaban “Hotel Indonesia”, Jimly yang saat itu sudah punya mobil langsung menawarkan tumpangan.

“Di situ pertama kali ketemu fisik. Lalu ditanya Pak Jimly, ‘Pak Mahfud tinggal di mana?’ Saya bilang di HI, naik taksi. ‘Sudah, saya antar,’ katanya. Hebat Pak Jimly mobilnya bagus, sudah punya mobil. Di situ saya mulai kenal dan seterusnya,” cerita Mahfud sambil tersenyum.

Dari situlah kedekatan antara dosen UII dan UI itu mulai tumbuh. Menariknya, jalan hidup mereka kemudian banyak beririsan. Sebelum memimpin MK, mereka secara bergantian juga memimpin Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara, meneruskan estafet dari Ismail Suny dan Sri Soemantri.

Hal itu membuat mereka kerap bertemu dalam berbagai forum yang sama. Namun, Jimly punya ingatan yang sedikit berbeda tentang awal pertemuan mereka.

Menurut Jimly, mereka mungkin sudah bertemu lebih dulu di Yogyakarta. Saat itu, Jimly aktif dalam Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam.

“Ingatan saya sih sudah lebih dulu saya kenal di Jogja itu tadi. Saya kan Sekjen, waktu itu Ketua Umum-nya Rektor UNISBA, Pak Achmad Tirtosudiro. Saya suka keliling, ketemu sama dia (Mahfud) di situ,” jelas Jimly.

Jadi, meski detail awal pertemuannya agak berbeda dalam ingatan masing-masing, yang jelas persahabatan kedua tokoh hukum ini punya akar yang dalam. Bukan sekadar hubungan profesional di puncak karier, tetapi telah dibangun dari diskusi-diskusi panjang, tumpangan mobil, dan perjalanan panjang dunia hukum Indonesia.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar