Pertemanan antara Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD ternyata sudah terjalin lama. Jauh sebelum keduanya dipercaya memimpin Mahkamah Konstitusi secara bergantian, ikatan itu sudah terbentuk di dunia akademik yang sama: hukum tata negara.
Dalam sebuah obrolan di kanal YouTube-nya belum lama ini, Mahfud MD membuka memori tentang masa-masa itu. Menurutnya, nama Jimly sudah tak asing di kalangannya sejak era 80-an hingga 90-an.
“Nama Pak Jimly waktu itu, waktu kami sama-sama muda lah ya di awal tahun 80-an, akhir-akhir 80-an sampai 90-an gitu, Pak Jimly ini sudah cukup dikenal sebagai orang yang dekat atau satu grup dengan kelompok hukum tata negara UI,” kenang Mahfud.
Di masa itu, selain nama-nama besar seperti Ismail Suny, Harun Al Rasyid, atau Harmaily Ibrahim, sosok Jimly Asshiddiqie pun mulai mencuat. Namun begitu, pertemuan fisik pertama mereka justru terjadi belakangan.
Momen itu berlangsung di rumah Ismail Suny di Jakarta. Saat itu, para ahli hukum tata negara berkumpul untuk membahas amandemen UUD di awal reformasi.
“Di situ Pak Jimly mewakili Jakarta, saya mewakili Yogya. Lalu kami bersepakat mengusulkan amandemen Undang-Undang Dasar,” ujar Mahfud.
Walau namanya sudah sering terdengar, itu adalah kali pertama Mahfud bertatap muka langsung dengan Jimly. Usai pertemuan, terjadi percakapan singkat yang cukup berkesan.
Jimly menanyakan di mana Mahfud menginap. Mendengar jawaban “Hotel Indonesia”, Jimly yang saat itu sudah punya mobil langsung menawarkan tumpangan.
“Di situ pertama kali ketemu fisik. Lalu ditanya Pak Jimly, ‘Pak Mahfud tinggal di mana?’ Saya bilang di HI, naik taksi. ‘Sudah, saya antar,’ katanya. Hebat Pak Jimly mobilnya bagus, sudah punya mobil. Di situ saya mulai kenal dan seterusnya,” cerita Mahfud sambil tersenyum.
Dari situlah kedekatan antara dosen UII dan UI itu mulai tumbuh. Menariknya, jalan hidup mereka kemudian banyak beririsan. Sebelum memimpin MK, mereka secara bergantian juga memimpin Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara, meneruskan estafet dari Ismail Suny dan Sri Soemantri.
Hal itu membuat mereka kerap bertemu dalam berbagai forum yang sama. Namun, Jimly punya ingatan yang sedikit berbeda tentang awal pertemuan mereka.
Menurut Jimly, mereka mungkin sudah bertemu lebih dulu di Yogyakarta. Saat itu, Jimly aktif dalam Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam.
“Ingatan saya sih sudah lebih dulu saya kenal di Jogja itu tadi. Saya kan Sekjen, waktu itu Ketua Umum-nya Rektor UNISBA, Pak Achmad Tirtosudiro. Saya suka keliling, ketemu sama dia (Mahfud) di situ,” jelas Jimly.
Jadi, meski detail awal pertemuannya agak berbeda dalam ingatan masing-masing, yang jelas persahabatan kedua tokoh hukum ini punya akar yang dalam. Bukan sekadar hubungan profesional di puncak karier, tetapi telah dibangun dari diskusi-diskusi panjang, tumpangan mobil, dan perjalanan panjang dunia hukum Indonesia.
Artikel Terkait
Pedagang Es Cincau Keliling Tewas Diduga Akibat Kelelahan di Bekasi
Taman Cinta Takalar Jadi Destinasi Romantis Gratis Jelang Valentine
Tanah Longsor di Wonosobo Tewaskan Satu Warga, Angin Kencang Rusak Delapan Rumah
PSM Makassar Kalahkan PSBS Biak 2-1, Jauhi Zona Degradasi