Ma.ja Watch, dari Kecintaan pada Kayu dan Budaya ke Panggung Internasional

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:50 WIB
Ma.ja Watch, dari Kecintaan pada Kayu dan Budaya ke Panggung Internasional

MURIANETWORK.COM - Dari sebuah kecintaan pada jam tangan dan kepedulian terhadap lingkungan, Ma.ja Watch Indonesia berkembang menjadi merek jam tangan kayu yang kental dengan identitas budaya Nusantara. Didirikan oleh Justisia Dewi pada 2021, brand ini berhasil memadukan desain modern, kriya tradisional, dan prinsip keberlanjutan. Perkembangannya semakin pesat setelah mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN BRI, yang membantu mengantarkan produk-produknya ke panggung internasional.

Lebih dari Sekadar Penunjuk Waktu

Gagasan mendirikan Ma.ja Watch berawal dari pandangan Justisia Dewi bahwa jam tangan adalah benda yang sangat personal. Ia melihat peluang untuk menciptakan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat dengan cerita dan makna, menggunakan bahan ramah lingkungan seperti kayu dan limbah sumpit.

“Jam tangan bagi saya bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi bagian dari identitas pemakainya. Karena itu, Ma.ja Watch dirancang dengan cerita, nilai, dan sentuhan budaya Indonesia,” tutur Justisia, sang founder.

Sentuhan Kriya Lokal dan Inspirasi Budaya

Untuk mewujudkan visinya, Ma.ja Watch melibatkan pengrajin lokal dari berbagai daerah, seperti Tangerang Selatan dan Yogyakarta, dengan manajemen yang berpusat di Cinere, Depok. Setiap koleksi yang diluncurkan mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal Indonesia. Mulai dari seri Srikandi yang terinspirasi dunia pewayangan, hingga tema alam dan daerah seperti Bajo dan Kupu Sayap Renda. Ketelitian dan kesabaran pengerjaan tangan menjadi nilai utama yang melekat pada setiap produk.

Menghadapi Tantangan dan Menemukan Momentum

Jalan yang ditempuh tentu tidak selalu mulus. Di awal perjalanan, edukasi pasar menjadi tantangan besar karena jam tangan kayu masih dianggap sebagai produk yang kurang umum. Konsistensi kualitas produksi kriya juga memerlukan perhatian ekstra. Brand ini pun berstrategi dengan fokus pada kualitas, penguatan narasi produk, serta pemanfaatan kanal digital.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar