BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik 15,79% pada Awal 2026

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB
BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik 15,79% pada Awal 2026

Faktor lain yang mendorong angka ini adalah luas panen. BPS mencatat proyeksi kenaikan luas panen padi untuk triwulan pertama 2026.

“Potensi luas panen padi Januari sampai dengan Maret 2026, Diperkirakan mencapai 3,28 juta hektar atau mengalami peningkatan sebesar 0,44 juta hektar atau 15,32% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya,” papar Ateng.

Secara tahunan, luas panen 2025 juga lebih luas ketimbang tahun sebelumnya.

“Luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025 yaitu totalnya mencapai 11,32 juta hektar atau meningkat 1,27 juta hektar atau 12,69% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.”

Yang menarik, produktivitasnya pun ikut merangkak naik. Untuk gabah kering panen (GKP), rata-rata nasional tahun 2025 mencapai 63,55 kuintal per hektar, naik tipis 0,53% dari 2024.

“Gabah kering giling GKG-nya rata-rata produktivitas di tahun 2025 diperkirakan mencapai 53,18 kuintal per hektarnya atau mengalami peningkatan sebesar 0,28 kuintal per hektar atau 0,54% jika dibandingkan tahun 2024 yang lalu,” jelasnya soal produktivitas GKG.

Data ini didukung hasil amatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Desember 2025. Mayoritas lahan, tepatnya 47,33%, masih dalam fase ditanami padi atau "standing crop". Tanaman pada fase generatif diperkirakan akan dipanen dalam sebulan ke depan, fase vegetatif akhir dalam dua bulan, dan vegetatif awal dalam tiga bulan.

Lalu, di mana saja sentra panen utama untuk periode Januari-Maret 2026 nanti?

Secara spasial, potensi besar terkonsentrasi di provinsi-provinsi lumbung padi. Di Jawa, tentu saja Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten masih menjadi andalan. Sementara di luar Jawa, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat menyumbang porsi signifikan.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar