Hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan ultimatumnya untuk menyerang fasilitas listrik Iran, wilayah Republik Islam itu justru digempur. Menurut laporan media setempat, serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel ini menargetkan sejumlah infrastruktur energi.
Kantor berita Fars, yang mengutip kantor berita AFP pada Selasa (24/3/2026), menyebutkan dua lokasi spesifik di kota Isfahan. "Sebagai bagian dari serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh musuh Zionis dan Amerika, gedung administrasi gas dan stasiun pengaturan tekanan gas di Jalan Kaveh di Isfahan menjadi sasaran," begitu bunyi laporannya.
Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan, meski hanya bersifat parsial. Hingga saat ini, Fars tampaknya menjadi satu-satunya outlet media Iran yang memberitakan insiden ini.
Namun begitu, serangan tak berhenti di situ. Laporan yang sama juga menyebutkan sebuah pipa gas di wilayah barat daya tidak luput dari sasaran. Tepatnya, di area pembangkit listrik Khorramshahr, kota yang berbatasan dengan Irak.
"Sebuah proyektil menghantam area di luar stasiun pengolahan pipa gas Khorramshahr," ujar Fars mengutip pernyataan gubernur setempat. Besaran kerusakan yang terjadi masih belum jelas, karena tidak dijelaskan lebih lanjut.
Situasi ini terasa ironis, mengingat pernyataan Trump sendiri sebelumnya. Pada Senin (23/3), ia sempat bersikap optimis. "Semuanya berjalan sangat baik" dengan Iran, katanya. Pernyataan itu keluar setelah ia mengumumkan adanya pembicaraan dengan Teheran dan memberikan jeda lima hari terkait ancaman serangan ke pembangkit listrik mereka.
Perubahan sikap mendadak dari Gedung Putah itu terjadi nyaris bersamaan dengan habisnya ultimatum dua hari. Ultimatum itu berisi ancaman akan menyerang jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, media Iran bersikeras bahwa tidak ada sama sekali negosiasi yang sedang berjalan untuk mengakhiri perang. Jadi, situasinya masih sangat rumit dan penuh ketegangan.
Artikel Terkait
Marcos Serukan Penguatan Kerja Sama Maritim ASEAN di Tengah Ketegangan Global
Interpol Indonesia Bantu Ungkap Sindikat Penipuan Daring Internasional di Surabaya, 44 Tersangka Diamankan
BRI Sediakan KUR dengan Plafon Hingga Rp100 Juta, Bunga 6 Persen per Tahun
Gema Waisak Pindapata Nasional di Kemayoran Digelar Minggu Pagi, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan