Desakan dari Luar Negeri: Diaspora Indonesia di Lima Benua Minta Kapolri Dicopot
Kritik terhadap kepolisian kita lagi-lagi mencuat. Kali ini, suaranya datang dari jauh dari warga Indonesia yang tinggal di berbagai penjuru dunia. Mereka yang tergabung dalam Forum Tanah Air (FTA) secara terbuka mendesak Presiden untuk mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya.
Desakan ini disampaikan langsung ke mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, di Jakarta pada suatu Minggu awal Februari lalu. Yang menyampaikannya adalah Karina Joedo, seorang perwakilan diaspora yang lama di Singapura dan sekarang menetap di Abu Dhabi.
“Walaupun kami tinggal di luar negeri dan tidak terdampak langsung oleh kondisi ekonomi di tanah air, kami memiliki tanggung jawab moral sebagai anak bangsa,” ujar Karina saat itu.
Dia melanjutkan, suaranya tertahan oleh emosi, “Perbedaan jarak geografis tidak menghilangkan kepedulian kami terhadap saudara-saudara kami di Indonesia.”
Menurut Karina, justru karena berada di luar, mereka punya perspektif yang agak berbeda. Di era digital sekarang, semua serba transparan. Ketegangan antara aparat dan warga, katanya, sulit sekali untuk dibungkam.
Dia membandingkan dengan nada prihatin. Di China, demo dilarang tapi hidup rakyat dijamin. Di Amerika, demo boleh, tapi jaminan hidup dari negara nyaris nol. Sementara di Indonesia? “Saudara kami berdemo ditangkap, berkumpul dan menyampaikan pendapat dikriminalisasi, sementara kehidupan rakyat juga tidak dijamin,” keluhnya.
Rakyat kecil, dalam pandangannya, hidup dalam ketidakpastian total. Dari pekerjaan, kesehatan, sampai urusan tanah. Girik tak lagi diakui, sehingga warga rentan digusur. “Lalu mau ke mana rakyat kecil ini?” tanyanya lantang.
Karina sampai menyebut kondisi ini mirip penjajahan oleh negara terhadap rakyatnya sendiri. “Kami tahu Presiden kami adalah Prabowo. Tapi yang kami lihat berkuasa di lapangan adalah polisi,” tegasnya.
Tak cuma itu, dia juga menyinggung soal dugaan pelecehan terhadap Mahkamah Konstitusi dan otoritas presiden. Semua itu, katanya, terjadi terang-terangan tapi dibiarkan saja, mungkin karena rasa takut yang sudah merasuk.
Artikel Terkait
Prabowo Dapat Dukungan Ormas Islam untuk Langkah Diplomasi Palestina
Strategi Sun Tzu di Balik Rekor Tak Terkalahkan Jokowi
Potensi Rp70 Triliun Tersandera: Mengapa Game Lokal Cuma Kuasai 5% Pasar Sendiri?
Pandji Pragiwaksono Sowan ke MUI, Tabayyun Soal Kontroversi Mens Rea