Dulu, kalimat itu jadi bahan olok-olok. Tapi setelah dokumen Epstein terbuka, suasana berubah total. Rasanya seperti ada potongan puzzle yang tiba-tiba nyambung bagi sebagian orang.
Banjir Permintaan Maaf di Media Sosial
Yang terjadi kemudian cukup mengejutkan. Alih-alih mencibir, warganet justru ramai-ramai meminta maaf ke Dharma Pongrekun di platform seperti X. Sentimennya berbalik 180 derajat.
Figur yang dulu dianggap terlalu "konspiratif" kini dilihat sebagai orang yang mungkin terlalu cepat dihakimi. Namanya pun trending, dikelilingi narasi penebusan dosa publik.
Tidak Hanya Dharma, Nama Lain Juga Terseret
Gelombang dokumen ini ternyata luas jangkauannya. Selain Dharma, ada nama besar lain yang tersangkut: Hary Tanoesoedibjo. Sebuah potongan dokumen yang beredar memuat frasa ambigu "Indonesian CIA" di dekat namanya.
Karena sebagian teksnya disensor, ya, spekulasi pun tak terbendung. Maknanya jadi liar ditafsirkan.
Belum lagi soal hubungan bisnisnya dengan Donald Trump yang ikut disorot. Dokumen menyebut soal pembelian rumah mewah di Beverly Hills dari Trump dengan harga "di atas pasaran", plus keterlibatan dalam proyek pengembangan hotel.
Sampai detik ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Hary Tanoesoedibjo atau MNC Group. Situasinya masih menggantung. Publik tentu menunggu penjelasan, sebelum spekulasi yang sudah liar ini jadi semakin tak terkendali.
Artikel Terkait
MUI Dukung Prabowo di Dewan Perdamaian, Asal Ada Satu Syarat Krusial
Tiga Peran Kunci Indonesia di Panggung Global: Modal atau Beban di Dewan Perdamaian Gaza?
Wacana TKA untuk SNBP Dikritik, Siswa SMK dan Daerah 3T Dikhawatirkan Terdampak
Kebocoran Data Kominfo: CV dan Ijazah Ribuan Pelamar Terbuka untuk Publik