Program Makan Gratis Prabowo Dipuji Pakar AS, Tapi Di Dalam Negeri Justru Jadi Bahan Perdebatan
Ada yang menarik dari Rakornas di Sentul kemarin. Presiden Prabowo Subianto bercerita soal program andalannya, Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ternyata, program ini jadi perhatian serius para ahli dari Amerika Serikat.
Menurut Prabowo, baru sehari sebelumnya ada pakar dari White House yang sengaja datang untuk mempelajari skema MBG ini. Bahkan, beberapa bulan lalu, rombongan dari Rockefeller Institute juga sudah melakukan hal serupa.
Nah, penilaian mereka cukup mencengangkan. Para ahli internasional itu bilang, MBG ini adalah salah satu bentuk investasi terbaik yang bisa dilakukan sebuah negara. Hitung-hitungannya, setiap dana yang dikucurkan bakal menghasilkan dampak pengganda yang besar. Minimal lima kali lipat, katanya. Bahkan, dalam jangka panjang, angkanya bisa melambung sampai 35 kali lipat. Sungguh angka yang fantastis.
Yang Suka Kritik Pemerintah Sering Dibilang ‘Antek Asing’, Tapi…
Di sisi lain, situasi di dalam negeri justru berbeda. Program MBG ini terus-menerus dihujani kritik oleh oposisi. Mereka mempertanyakan efektivitas dan kelayakannya. Padahal, logika umumnya kan begini: kalau ada yang disebut ‘antek asing’, seharusnya mereka sejalan dengan oposisi yang juga tidak suka dengan program-program pemerintah.
Artikel Terkait
Mendikbudristek Buka Data Anggaran dan Proyek Strategis di Hadapan Komisi X
Kisah Pilu Pemilik Toko HP: Korban Pencurian Berakhir Jadi Tersangka
Gus Murtadho: Tragedi Flores Cermin Kegagalan Negara, Prabowo Bagian dari Sistem Bobrok
Turis Jerman Kecewa, Pantai Kuta Tenggelam dalam Sampah