Tapi ini malah terbalik. Justru ‘asing’ dalam hal ini diwakili para pakar tadi, memuji-muji program andalan Prabowo. Sementara di dalam negeri, program yang sama jadi bulan-bulanan. Agak aneh, bukan?
Lalu, Sebenarnya yang Pikun Siapa?
Memang Agak Lain Sih Keadaannya.
Jadinya ya, ada semacam ironi yang kentara. Di satu sisi, ada pengakuan dari lingkaran ahli global yang melihat potensi besar. Di sisi lain, di rumah sendiri, program itu seperti tak pernah cukup baik. Membuat kita bertanya-tanya, parameter mana yang sebenarnya harus kita percayai? Kritik konstruktif memang penting, tapi ketika ada apresiasi dari luar yang justru melihat nilai strategisnya, mungkin ada baiknya kita sedikit merenung. Atau setidaknya, melihatnya dari sudut pandang yang lain.
Memang, polemik seperti ini tidak akan pernah selesai dalam satu malam. Tapi satu hal yang jelas, program MBG telah berhasil menarik perhatian dunia. Entah itu akan menjadi kisah sukses atau sekadar wacana, waktulah yang akan menjawabnya.
Artikel Terkait
Kisah Pilu Pemilik Toko HP: Korban Pencurian Berakhir Jadi Tersangka
Gus Murtadho: Tragedi Flores Cermin Kegagalan Negara, Prabowo Bagian dari Sistem Bobrok
Turis Jerman Kecewa, Pantai Kuta Tenggelam dalam Sampah
Kebakaran Hanguskan Rita Pasaraya Cilacap, Tiga Ruko Ikut Ludes