Kejahatan ini, imbuh mereka, tidak hanya menimpa rakyat Palestina. Ini adalah serangan terhadap inti keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan universal itu sendiri.
Maka, mobilisasi dan advokasi yang berkelanjutan bukanlah sekadar pilihan. Itu adalah kebutuhan moral dan hukum yang mendesak. Tekanan global dinilai krusial untuk menghentikan kekejaman sistematis, menyelamatkan tahanan dari arena genosida, dan memastikan pertanggungjawaban Israel di hadapan hukum internasional.
“Kami menyerukan kepada masyarakat bebas di seluruh dunia dan semua pihak yang bersolidaritas dengan para tahanan Palestina untuk terus bersuara,”
Klub Tahanan juga mendesak agar tekanan diarahkan untuk memutus segala hubungan dengan pendudukan Israel. Mereka menyerukan kembali penerapan boikot ekonomi, budaya, dan akademik.
Angkanya sendiri mencengangkan. Di awal Januari 2026, jumlah tahanan Palestina di penjara Israel telah melampaui 9.350 orang. Di antaranya ada 56 tahanan perempuan termasuk dua anak perempuan dan sekitar 350 tahanan anak yang kebanyakan ditahan di Megiddo dan Ofer.
Yang memprihatinkan, tahanan administratif mereka yang ditahan tanpa dakwaan mencapai 3.385 orang. Ada pula 1.237 tahanan yang diklasifikasikan Israel sebagai “kombatan ilegal”, kategori yang juga menjerat tahanan Arab dari Lebanon dan Suriah. Data tahanan Gaza di kamp militer bahkan belum sepenuhnya tercakup di sini.
Intinya, sekitar separuh dari seluruh tahanan Palestina mendekam tanpa tuduhan yang jelas. Entah lewat penahanan administratif atau label “kombatan ilegal”. Praktik yang oleh banyak organisasi HAM dinilai sebagai pelanggaran berat hukum internasional.
Hari Solidaritas Internasional dengan Tahanan Palestina pada Sabtu itu diwarnai partisipasi berbagai kelompok, seperti “Kampanye Global untuk Menyelamatkan Tahanan” dan “Armada Keteguhan”. Di dunia maya, tagar seperti SelamatkanParaTahanan dan KebebasanUntukParaTahanan membanjiri linimasa.
Kisah-kisah yang dibawa oleh tahanan yang baru dibebaskan sungguh memilukan. Tubuh mereka kurus kering akibat kelaparan. Bekas penyiksaan masih terlihat jelas. Tak sedikit yang mengalami gangguan mental, dampak langsung dari perlakuan tidak manusiawi selama berbulan-bulan dalam tahanan.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral