Di Sentul International Convention Center, suasana pagi itu cukup tegang. Presiden Prabowo Subianto berdiri di hadapan para pejabat pusat dan daerah dalam Rakornas 2026. Tiba-tiba, dengan nada yang tegas namun terdengar bersemangat, ia melontarkan sebuah gagasan baru.
"Saudara, dalam waktu dekat, saya sebetulnya mau meluncurkan apa yang saya sebut: gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah)," kata Prabowo.
Gerakan itu, menurutnya, bukan sekadar nama. Intinya sederhana: mewujudkan lingkungan yang bersih dan tertata. Dia ingin gerakan ini jadi gerakan nasional. Untuk itu, Prabowo meminta semua instansi pemerintah, tanpa kecuali, turun tangan menggalang dan memimpin aksi ini.
Nah, siapa saja yang harus terlibat? Ternyata, hampir semua elemen negara ia sasar. Mulai dari anak sekolah yang diajak gotong royong, hingga aparat militer dan kepolisian.
"Kalau ratusan ribuan itu cepat. Modalnya apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk, sampah, dan sebagainya," pungkasnya dengan logika yang gamblang.
Instruksinya kepada para Dandim terasa sangat langsung. Ia memerintahkan mereka untuk mengerahkan anak buahnya melakukan kerja bakti atau 'korve' secara rutin.
"Apa salahnya, kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah, Dandim, Dandim, saya perintahkan kau, gerakan anak buahmu, korve, tiap hari atau tiap berapa hari. Korve, korve, korve," ujar Prabowo.
Seruan "siap!" langsung menggema membalas perintahnya.
Tidak berhenti di situ. Perintah yang sama juga ditujukan kepada jajaran Danantara, para menteri Kabinet Merah Putih, hingga seluruh kepala kantor BUMN. Ia membayangkan sebuah pemandangan pagi yang baru di seluruh Indonesia: para pejabat dan staf membersihkan lingkungan kantor mereka sebelum mulai bekerja.
"Danantara, ribuan anak buahnya korve. Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN. Semua Menteri, K/L, sebelum masuk kantor, minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu," tegas Prabowo.
"Bener ya? Siap, siap, siap. Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor. Kalau perlu menteri yang mimpin," tambahnya, seolah menekankan bahwa ini bukan permintaan, tapi perintah.
Di akhir paparannya, nada bicaranya berubah menjadi serius. Ia menggambarkan sampah bukan sebagai masalah sepele, melainkan sebagai musuh bersama yang membawa bencana. Prabowo pun menantang komitmen para kepala daerah.
"Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Bagaimana bupati, wali kota? Ini untuk rakyat kita, sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan mendukung," ujarnya, menutup sesi dengan sebuah deklarasi perang yang tak biasa.
Rakornas pagi itu pun berakhir dengan sebuah tugas konkret untuk semua yang hadir: memimpin perang melawan sampah dimulai dari halaman kantor mereka sendiri.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun