Dalam sebuah forum resmi, Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal kuat. Sinyal itu tentang niatnya untuk kembali bertarung di Pilpres 2029 mendatang. Isyarat ini disampaikannya di tengah-tengah Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026, yang digelar di Sentul, Bogor, Senin lalu.
Sebagai Ketua Umum Gerindra, Prabowo mulanya berbicara soal pentingnya menjaga bangsa. Ia lantas menyerukan agar kompetisi politik berjalan sehat. Bagi yang tak sejalan dengannya, ia ajak untuk bersaing di gelanggang yang benar.
“Kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan, 2029 bertarung,”
ucapnya tegas di hadapan para peserta rapat.
Pembicaraan kemudian bergeser ke isu demonstrasi. Menurut Prabowo, aksi unjuk rasa itu sah saja asal sesuai aturan. Namun begitu, ia kembali menuding ada campur tangan pihak asing di balik aksi-aksi massa yang kerap terjadi. Ia bahkan menyebut punya bukti.
“Jadi kelompok-kelompok ini saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing. Yakin saya. Yakin saya dan saya punya bukti,”
tegasnya tanpa mau merinci lebih jauh bukti apa yang dimaksud.
Prabowo tampak geram dengan aksi yang berujung ricuh. Bakar-bakaran, lempar molotov itu bukan demo, itu kejahatan. Menurutnya, yang dicari sebagian penggerak bukanlah menyampaikan pendapat, melainkan justru menciptakan kerusuhan.
“Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan. Dan kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara,”
pungkasnya.
Pernyataan ini jelas menarik perhatian. Di satu sisi, ia mengajak berkompetisi sehat lima tahun lagi. Di sisi lain, ia menyoroti kekacauan yang ia anggap tak murni dari dalam negeri. Sebuah pesan politik yang disampaikan dengan nada keras, khas gaya Prabowo.
Artikel Terkait
Polisi Periksa Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan Imam Masjid di Palopo
Everton Vs Manchester City 3-3: Drama Enam Gol, Doku Selamatkan The Citizens di Menit Akhir
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun