Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah di Aceh, Bangkit Pascabencana

- Senin, 02 Februari 2026 | 08:42 WIB
Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah di Aceh, Bangkit Pascabencana

Sehari sebelumnya, Rabu (28/1), semangat yang sama juga disebarkan Mu’ti ke Aceh Utara. Di SMA Negeri 1 Baktiya, ia meresmikan 23 satuan pendidikan lain yang juga jadi bagian dari program rehabilitasi. Standarnya jelas: keselamatan bangunan dan kecukupan untuk kebutuhan belajar mengajar.

Di balik angka-angka dan kebijakan itu, dampaknya ternyata sangat personal. Bagi Yusbida dari SLB Negeri Silih Nara, program ini seperti angin segar. Sekolahnya dulu kekurangan ruang kelas dan fasilitas pendukung.

“Saya berharap program ini terus berlanjut,” katanya. “Agar semakin banyak sekolah di daerah dapat lingkungan belajar yang layak.”

Harapan serupa diungkapkan Marhamah, Kepala SMAN 1 Timang Gajah di Bener Meriah. Ia masih ingat betul kondisi laboratorium IPA dan rumah ibadah di sekolahnya yang rusak dan tak bisa dipakai.

“Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden dan Mendikdasmen,” ucap Marhamah, terdengar haru. “Perhatian dan dukungan pemerintah ini manfaatnya benar-benar kami rasakan.”

Memang, upaya pemerintah tak berhenti di fisik bangunan. Mu’ti juga mendorong modernisasi pembelajaran. Sekolah-sekolah yang sudah dapat Papan Interaktif Digital akan dibantu konektivitas internet, bahkan lewat satelit untuk atasi kendala di daerah pegunungan. Tak lupa, pemenuhan kebutuhan pendukung seperti ruang guru dan rumah dinas juga terus diupayakan, khususnya untuk daerah terpencil.

Revitalisasi satuan pendidikan ini, pada akhirnya, bukan cuma soal beton dan atap baru. Ia menghadirkan harapan baru. Menjamin bahwa di mana pun lokasinya, anak-anak tetap punya ruang yang aman dan layak untuk mengejar masa depan mereka.


Halaman:

Komentar