Tamparan Langit untuk Jokowi
Oleh: Saiful Huda Ems
Lawyer dan Analis Politik
Dulu, Jokowi bilang begitu lengser nanti, dia cuma mau pulang ke Solo. Hidup tenang sebagai rakyat biasa. Itu janjinya. Tapi kenyataan? Jauh panggang dari api. Tingkah polahnya justru makin menjadi-jadi.
Lihat saja apa yang terjadi. Alih-alih menepi, dia malah sibuk memelihara apa yang disebut "Termul". Tak hanya itu, dia pun turun tangan jadi tim sukses untuk sejumlah calon kepala daerah. Nah, beberapa dari mereka itu sekarang berurusan dengan KPK karena kasus korupsi. Ambil contoh Bupati Pati dan Walikota Madiun.
Lalu, ada lagi drama yang menggelikan. Warga dari berbagai daerah tiba-tiba berduyun datang ke rumahnya. Ada yang sampai menangis, memuji-muji. Kelihatan sekali itu settingan. Semua diatur agar terkesan ada kerinduan massa padanya. Sungguh sebuah pertunjukan yang dipaksakan.
Setelah berhasil mengobrak-abrik hukum dan demokrasi, fokusnya kini beralih. Dia habiskan energi untuk membesarkan partai politik yang diketuai anaknya sendiri. Bahkan, di hadapan kader PSI, dia berjanji akan blusukan lagi. Mengunjungi puluhan provinsi, ratusan kabupaten, ribuan desa. Semua demi kemenangan partai itu.
Tapi di sisi lain, soal panggilan pengadilan untuk kasus ijazah palsunya? Dia selalu absen.
Dia dipanggil ke Pengadilan Negeri Surakarta, tidak datang. Dipanggil lagi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, juga mangkir. Padahal, berkali-kali dia bilang siap datang dan menunjukkan ijazah asli jika dipanggil secara resmi. Lantas, mana konsistensinya?
Artikel Terkait
Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah di Aceh, Bangkit Pascabencana
Gencatan Senjata Gaza Retak, 32 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara
Kapolri Siap Perang Demi Status Quo, Reformasi Polri Terancam Mandek
Mantan Penyidik KPK Buka Suara: Alat Usang Hambat Operasi Tangkap Tangan