Remaja 15 Tahun di Cianjur Diduga Sodomi dan Lecehkan 10 Anak Kecil

- Minggu, 01 Februari 2026 | 18:36 WIB
Remaja 15 Tahun di Cianjur Diduga Sodomi dan Lecehkan 10 Anak Kecil

Kasus yang mengguncang Cianjur ini bermula dari seorang remaja berinisial MRR. Usianya baru 15 tahun. Polisi menetapkannya sebagai pelaku sodomi dan pelecehan terhadap sejumlah anak kecil, baik laki-laki maupun perempuan. Yang membuat hati miris, korban yang berhasil diidentifikasi mencapai sepuluh orang.

Mengungkap motif di baliknya, Kanit PPA Satreskrim Polres Cianjur, Ipda Encep Rosidin, menyoroti dua hal. Pornografi disebut sebagai salah satu pemicu. Namun begitu, faktor lain tak kalah krusial: kurangnya perhatian dan pengawasan dari keluarga si pelaku sendiri.

"Tidak hanya lingkungan keluarga, lingkungan tempat bermain pelaku juga akan sangat mempengaruhi watak dan kebiasaan anak," jelas Encep kepada awak media, Minggu (1/2).

Ia melanjutkan, "Keterangan yang diterima dari petugas pendamping, pelaku ini sering menonton tayangan pornografi, tapi masih terus kita dalami."

Di sisi lain, polisi tak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk menangani kompleksitas kasus ini. Untuk sementara, MRR dititipkan di sebuah rumah aman milik pemerintah. Di sana, selain menjalani pemeriksaan, ia juga mendapat pendampingan dari konselor psikologi.

"Karena kasus ini sangat menyita perhatian publik," kata Encep menegaskan. "Terlebih pelakunya merupakan anak dan korbannya pun seusia pelaku yang jumlahnya mencapai sepuluh orang."

Perhatian pihak berwajib tak hanya tertuju pada pelaku. Upaya pemulihan bagi korban juga digalakkan. Tim terus melakukan pendampingan trauma healing untuk anak-anak yang menjadi korban.

"Para korban, kita berikan trauma healing dari psikolog juga," ucap Encep. "Karena, para korban memiliki usia mulai dari 6 tahun sampai 10 tahun."

Suasana di lokasi kejadian masih tegang. Warga sekitar dihebohkan oleh rentetan kejadian yang menimpa anak-anak mereka. Sementara proses hukum dan pendampingan psikologis terus berlanjut, harapan terbesar adalah pemulihan bagi semua pihak yang terdampak, terutama sepuluh korban yang masih sangat belia itu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar