"Karena kasus ini sangat menyita perhatian publik," kata Encep menegaskan. "Terlebih pelakunya merupakan anak dan korbannya pun seusia pelaku yang jumlahnya mencapai sepuluh orang."
Perhatian pihak berwajib tak hanya tertuju pada pelaku. Upaya pemulihan bagi korban juga digalakkan. Tim terus melakukan pendampingan trauma healing untuk anak-anak yang menjadi korban.
"Para korban, kita berikan trauma healing dari psikolog juga," ucap Encep. "Karena, para korban memiliki usia mulai dari 6 tahun sampai 10 tahun."
Suasana di lokasi kejadian masih tegang. Warga sekitar dihebohkan oleh rentetan kejadian yang menimpa anak-anak mereka. Sementara proses hukum dan pendampingan psikologis terus berlanjut, harapan terbesar adalah pemulihan bagi semua pihak yang terdampak, terutama sepuluh korban yang masih sangat belia itu.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral