Rafah Dibuka Terbatas, Harapan Warga Gaza Masih Tergantung di Perbatasan

- Minggu, 01 Februari 2026 | 15:54 WIB
Rafah Dibuka Terbatas, Harapan Warga Gaza Masih Tergantung di Perbatasan

Pembukaan yang lebih luas rencananya baru terjadi Senin kemarin. Tapi, sampai berita ini diturunkan, belum ada kejelasan soal berapa banyak warga Palestina yang diizinkan melintas. Mesir disebut akan menerima semua warga yang sudah dapat lampu hijau dari Israel.

Bagi warga Gaza, ini adalah secercah harapan. Kondisi di sana memang memprihatinkan. Ambil contoh Mohammed Shamiya, pria 33 tahun penderita penyakit ginjal yang butuh cuci darah di luar negeri. "Setiap hari yang berlalu menguras hidup saya dan memperburuk kondisi saya," katanya dengan nada putus asa. "Saya menunggu setiap saat pembukaan perlintasan darat Rafah."

Harapan serupa datang dari Safa al-Hawajri, seorang remaja 18 tahun penerima beasiswa. "Saya menunggu dengan harapan bisa mewujudkan ambisi saya, yang bergantung pada pembukaan perlintasan ini. Saya berharap bisa segera bepergian begitu perlintasan dibuka," ujarnya penuh semangat.

Rafah memang unik. Ini satu-satunya pintu keluar-masuk Gaza yang tidak melalui Israel, terletak di perbatasan selatan dengan Mesir. Saat ini, kawasan itu secara de facto masih di bawah kendali pasukan Israel, meski mereka sudah mundur ke garis batas tertentu sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS.

Pembukaan Rafah juga diharapkan bisa mempermudah masuknya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), sebuah badan teknokrat beranggotakan 15 orang yang dibentuk untuk mengurus pemerintahan sehari-hari di Gaza. Komite ini diawasi oleh sebuah dewan perdamaian yang diketuai Donald Trump. Namun, rencananya belum jelas. Seorang anggota NCAG mengaku mereka belum dijadwalkan masuk pada Minggu lalu.

"Ketua komite diberi tahu bahwa Israel telah menyetujui masuknya para anggota ke Gaza, tetapi belum menetapkan tanggalnya," ujarnya. Lalu dia menambahkan, "Kami menyerukan kepada para mediator dan pemerintah AS untuk mempercepat operasional perlintasan dan meningkatkan jumlah pelintas."

Jadi, meski pintu sudah sedikit terbuka, jalan di depannya masih panjang dan berliku. Semua pihak tampaknya masih menunggu, sambil berharap situasi tak kembali memburuk.


Halaman:

Komentar