"
Pernyataan sang pengacara itu pun memantik respons. Penulis ternama asal Sumatera Selatan, Tere Liye, angkat bicara. Dia merasa perlu klarifikasi.
"Saya mewakili penduduk Sumsel, benar-benar minta maaf atas kelakuan penjambret, pengacaranya, polisi, dll dsbgnya," tulis Tere Liye di Facebook.
Lanjut dia, "Percayalah, tidak semua orang Sumsel begini pola pikirnya. Sudahlah dia penjahatnya, dia yg memulai kejadian, eeh dia pula yang lebih galak. Gawe buyan."
Istilah "gawe buyan" yang dipakai Tere Liye itu menarik. Dalam percakapan sehari-hari di Sumatera, khususnya bahasa Ogan, frasa itu sering dipakai buat nunjukin tingkah laku yang benar-benar di luar nalar. Sederhananya, sinting. Gila. Atau tindakan konyol yang bikin orang sebel.
Gawe artinya membuat atau perbuatan. Sementara buyan ya sinting atau gila. Jadi, kalau digabung, gambaran utuhnya ya perbuatan bodoh yang gak masuk akal. Kira-kira begitu.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral