"
Pernyataan sang pengacara itu pun memantik respons. Penulis ternama asal Sumatera Selatan, Tere Liye, angkat bicara. Dia merasa perlu klarifikasi.
"Saya mewakili penduduk Sumsel, benar-benar minta maaf atas kelakuan penjambret, pengacaranya, polisi, dll dsbgnya," tulis Tere Liye di Facebook.
Lanjut dia, "Percayalah, tidak semua orang Sumsel begini pola pikirnya. Sudahlah dia penjahatnya, dia yg memulai kejadian, eeh dia pula yang lebih galak. Gawe buyan."
Istilah "gawe buyan" yang dipakai Tere Liye itu menarik. Dalam percakapan sehari-hari di Sumatera, khususnya bahasa Ogan, frasa itu sering dipakai buat nunjukin tingkah laku yang benar-benar di luar nalar. Sederhananya, sinting. Gila. Atau tindakan konyol yang bikin orang sebel.
Gawe artinya membuat atau perbuatan. Sementara buyan ya sinting atau gila. Jadi, kalau digabung, gambaran utuhnya ya perbuatan bodoh yang gak masuk akal. Kira-kira begitu.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Serukan Prabowo Tarik Diri dari Board of Peace Trump
Habib Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser
Besok di Sentul, Prabowo Buka Rakornas Pusat-Daerah di Hadapan Ribuan Pejabat
Buku Darurat Belanda: Bukan Alarm Perang, tapi Ajakan Bertahan Mandiri