Malam Haru di Cilandak, Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Tengah Duka

- Minggu, 01 Februari 2026 | 05:18 WIB
Malam Haru di Cilandak, Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Tengah Duka

Suasana haru menyelimuti rumah duka di Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu malam itu. Peti jenazah yang diselimuti kain merah putih baru saja tiba, sekitar pukul setengah tujuh sore. Di dalamnya, terbaring Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, yang telah berpulang lebih dulu di Rumah Sakit Siloam Makassar pagi harinya.

Kabar duka ini pertama kali disebarkan oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Ia menuliskan kesedihannya di Facebook.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun, subuh waktu Jakarta berdering telepon beberapa kali kemudian tersambung, terdengar suara tangis putri Wakil Gubernur, Mayor Jenderal (Purn) Salim Mengga, an. Mila. Saya kaget dan disampaikan Pak Wagub sudah tiada,” tulis Suhardi.

Unggahannya berlanjut, penuh rasa kehilangan. Ia menyebut almarhum bukan hanya kolega, tapi juga teladan. “Saya Gubernur dan seluruh rakyat Sulbar sangat kehilangan sosok teladan, pemimpin yang istiqamah, pemimpin yang sangat mencintai rakyatnya. Selamat jalan Kakanda, sahabat sekaligus orang yang kami tuakan. Kami doakan Allah SWT menempatkanmu di tempat yang mulia.”

Di depan rumah duka, karangan bunga berjejer. Nama-nama besar terpampang di papan santunan: dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menag Nasaruddin Umar, Mendagri Tito Karnavian, hingga Gubernur Suhardi sendiri. Mereka semua turut berduka.

Malam itu juga, salah satu nama itu hadir secara langsung. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tiba sekitar pukul 20.40 WIB. Ia mengenakan setelan hitam dengan kopiah hitam, langkahnya cepat masuk ke dalam rumah. Kedatangannya punya makna khusus. Sjafrie dan almarhum ternyata punya ikatan lama, sama-sama angkatan AKABRI 1974. Mereka seangkatan dengan Prabowo Subianto, hubungan yang terbangun dari masa muda di dunia militer.

Kini, perjalanan terakhir Salim S. Mengga telah ditetapkan. Menurut rencana, jenazahnya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada hari Minggu. Sebelumnya, ia akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah keluarganya, memberikan kesempatan terakhir bagi sanak famili dan rekan-rekan untuk melepas kepergiannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar