Perbatasan Rafah memang akan dibuka, tapi dengan syarat ketat. Hanya untuk uji coba dan bagi 'orang-orang terbatas' saja, bukan untuk bantuan kesehatan. Ini sesuai kesepakatan yang sudah dibuat dengan Israel.
Namun begitu, situasi di lapangan tetap memanas. Padahal, kesepakatan damai yang diprakarsai AS sudah diteken sejak 13 Oktober 2025. Nyatanya, pertukaran serangan terus berlanjut. Israel disebut telah menewaskan 500 orang di Gaza, sementara milisi Palestina membalas dengan menewaskan 4 tentara Israel.
Masing-masing pihak saling menyalahkan. Tuding-menuding soal siapa yang pertama melanggar kesepakatan tak terhindarkan. Di tengah situasi ini, AS pun terus mendesak agar permusuhan dihentikan untuk selamanya. Tapi, sejauh ini, desakan itu seperti angin lalu.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral