Perbatasan Rafah memang akan dibuka, tapi dengan syarat ketat. Hanya untuk uji coba dan bagi 'orang-orang terbatas' saja, bukan untuk bantuan kesehatan. Ini sesuai kesepakatan yang sudah dibuat dengan Israel.
Namun begitu, situasi di lapangan tetap memanas. Padahal, kesepakatan damai yang diprakarsai AS sudah diteken sejak 13 Oktober 2025. Nyatanya, pertukaran serangan terus berlanjut. Israel disebut telah menewaskan 500 orang di Gaza, sementara milisi Palestina membalas dengan menewaskan 4 tentara Israel.
Masing-masing pihak saling menyalahkan. Tuding-menuding soal siapa yang pertama melanggar kesepakatan tak terhindarkan. Di tengah situasi ini, AS pun terus mendesak agar permusuhan dihentikan untuk selamanya. Tapi, sejauh ini, desakan itu seperti angin lalu.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Mantan Kritis, Bahas Reformasi hingga Gaza
Remaja 15 Tahun di Cianjur Diduga Sodomi 10 Anak, Modusnya Jemur Burung Merpati
Di Balik Polemik Penjambret Tewas: Dua Vonis Pengadilan yang Terlupakan
Munifah, Lulusan Terbaik UT di Usia 22, Siap Berlayar ke Jepang