Salah satu titik serangan yang paling parah adalah sebuah kantor polisi. Serangan menghantam gedung itu dan menewaskan tujuh orang. Bassal menyebut, di antara korban terdapat empat petugas polisi wanita.
“Korban tewas termasuk petugas dan personel polisi serta warga sipil yang berada di kantor polisi pada saat itu,” jelas Direktorat Kepolisian Umum Gaza dalam keterangan terpisah.
Kejadian ini terjadi tak lama setelah Israel mengumumkan akan membuka kembali penyeberangan Rafah pada hari Minggu. Penyeberangan antara Gaza dan Mesir itu dibuka untuk pergerakan orang yang terbatas. Entah ada kaitannya atau tidak, situasi justru memanas sebelum pengumuman itu berlaku.
Bukan cuma di kota. Serangan lain juga mengguncang Al-Mawasi, sebuah daerah di Gaza selatan yang dijadikan lokasi pengungsian. Puluhan ribu orang tinggal di sana, bernaung di tenda-tenda darurat yang berjejal. Sebuah kepulan asap hitam besar terlihat membubung di atas pemukiman darurat itu. Sampai berita ini diturunkan, jumlah korban di Al-Mawasi masih belum bisa dipastikan.
Memang, sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, korban jiwa hampir setiap hari berjatuhan. Tapi jumlah korban pada Sabtu ini terasa sangat tinggi. Sebuah hari yang kelam, lagi-lagi, bagi warga Gaza.
Artikel Terkait
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus