Operasi Militer AS di Caracas, Maduro Diklaim Ditangkap dan Dideportasi

- Minggu, 04 Januari 2026 | 09:15 WIB
Operasi Militer AS di Caracas, Maduro Diklaim Ditangkap dan Dideportasi

Ledakan Dahsyat Guncang Caracas, Maduro dan Istrinya Dilaporkan Ditangkap AS

Ibu kota Venezuela, Caracas, diguncang serangkaian ledakan besar dini hari tadi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul dua pagi waktu setempat pada Sabtu (3/1/2026) itu, konon diiringi suara pesawat terbang rendah yang memecah kesunyian malam. Tak lama setelah kekacauan itu, muncul kabar mengejutkan: Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dikabarkan telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.

Menurut sejumlah saksi, situasi malam itu benar-benar mencekam. Operasi yang disebut-sebut berlangsung sekitar setengah jam itu juga dilaporkan terjadi di wilayah Negara Bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Pemerintah Venezuela sendiri langsung merespon dengan menetapkan status keadaan darurat nasional. Mereka menuding Amerika Serikat berada di balik serangan ini, dengan motif merebut sumber daya minyak dan mineral Venezuela serta menghancurkan kedaulatan politik negara itu. Peringatan keras juga dilayangkan: aksi ini bisa menggoyang stabilitas seluruh kawasan Amerika Latin dan Karibia, bahkan membahayakan jutaan nyawa.

Klaim penangkapan itu justru datang langsung dari mantan Presiden AS, Donald Trump. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump dengan terbuka menyatakan keberhasilan operasi militer tersebut.

Di sisi lain, Badan Penerbangan Federal AS (FAA) segera mengeluarkan larangan terbang mendadak. Seluruh pesawat komersial AS dilarang melintasi wilayah udara Venezuela, efektif sejak pukul 02.00 waktu setempat dan berlaku untuk 23 jam ke depan. Alasannya jelas: risiko keselamatan akibat aktivitas militer yang sedang berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Venezuela masih bungkam. Tidak ada pernyataan resmi yang menjelaskan keberadaan atau status terkini sang presiden dan ibu negara.


Halaman:

Komentar