Kalau ditelusuri versi lengkapnya, pernyataan Prabowo punya satu syarat utama yang sering kali terpotong. Ia menegaskan bahwa langkah itu akan diambil jika negara Palestina diakui oleh Israel terlebih dahulu. Poin ini krusial.
Seperti tercatat dalam siaran pers resmi, Prabowo menjelaskan posisi Indonesia dengan jelas.
Jadi, narasi yang beredar luas di media sosial itu sebenarnya tidak utuh. Potongan video itu, meski faktual kata-katanya, mengaburkan premis dasarnya. Situasinya jadi lain sama sekali. Ini menunjukkan betapa konteks bisa mengubah segalanya.
Artikel Terkait
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata
Rakornas 2026: Titik Temu Pusat dan Daerah untuk Pacu Indonesia Emas 2045
Kabel Semrawut di Trotoar Karet, Warga Waswas Setiap Melintas
Nishfu Syaban: Antara Anjuran dan Penolakan Ulama