Ade enggan merinci lebih jauh soal penyelidikan yang masih berlangsung. Namun begitu, dia berjanji prosesnya akan transparan. "Kami jamin penyidikan atas perkara aquo akan berjalan secara profesional, transparan dan akuntabel," tegasnya.
Di sisi lain, sentimen dari laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga jadi sorotan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung, pengumuman MSCI itu bikin IHSG melemah drastis sampai sempat terjadi trading halt.
Memang, pada Rabu (28/1) lalu, indeks sempat ambruk 718 poin lebih atau sekitar 8 persen. Purbaya merasa reaksi pasar ini berlebihan. "Ini baru laporan pertama kan. Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei," katanya di Istana Negara.
Dia tak menampik soal praktik tak sehat di pasar. Malah, Purbaya secara terbuka meminta BEI dan OJK buat bertindak tegas. "Kalau selama setahun bersih-bersih aja. Sementara saya bisa lihat saham digoreng, saya kan mengamati pasar saham juga ya," ujarnya dalam sebuah pertemuan daring di Bogor.
Baginya, penindakan itu krusial untuk memulihkan kepercayaan. Praktik 'menggoreng' saham ini sebenarnya sudah lama terjadi, sayangnya, hanya sedikit pelaku yang benar-benar kena sanksi. Itu yang perlu diubah.
Artikel Terkait
Gerbong Penuh Penumpang Diserang, Ukraina Kecam Rusia Lakukan Teror di Rel Kereta
Syaban, Bulanku Kata Rasulullah: Jembatan Sunyi Menuju Ramadan
Ribuan Pejabat Serbu Sentul, Warga Diminta Waspadai Macet
Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang