Sejak pagi buta, deretan motor sudah berjejalan di sebidang tanah depan Stasiun Bekasi. Tak cuma puluhan, jumlahnya bisa mencapai ratusan. Suasana itu bertahan hingga matahari terbenam.
Sebelumnya, kawasan ini cuma permukiman biasa. Tapi sekarang, lahannya disulap jadi tempat parkir khususnya untuk sepeda motor.
Fenomena ini nggak muncul tiba-tiba. Menurut sejumlah saksi, ini tumbuh seiring mobilitas warga yang makin padat. Banyak orang kini menggantungkan perjalanan harian mereka pada KRL. Nah, di sinilah masalah mulai kelihatan.
Keterbatasan tempat parkir di stasiun bikin orang cari alternatif. Akhirnya, parkiran rumahan jadi pilihan. Tarifnya lebih ringan di kantong, cuma Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per hari. Tergantung lokasi, sih.
Alhasil, makin banyak pengguna kereta yang memarkir kendaraannya di luar area stasiun. Mereka rela jalan sedikit lebih jauh, asal tarifnya terjangkau.
Artikel Terkait
Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru Resmi Dihentikan, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana
Amien Rais Soroti KUHP Baru: Alat Legalisasi Otoritarianisme di Era Prabowo-Gibran
Macron Soroti Kecenderungan AS Menjauh dari Sekutu dan Aturan Global
Gencatan Senjata Diumumkan Usai Bentrokan Suriah-Kurdi di Aleppo