Rutinitasnya ternyata sudah berjalan. Setiap hari, Tardi berpindah-pindah spot mencari lokasi yang menjanjikan. Bagi dia, aktivitas ini lebih dari sekadar hobi. Memancing adalah pelarian, cara untuk melepas penat setelah tiga pekan lamanya desanya terendam dan hidupnya terusik.
“Biar enggak stres, Mas,” katanya. “Ini juga sekalian nengok rumah yang terendam banjir.”
Di balik ketekunannya itu, tentu ada harapan yang menggelayut. Meski bisa memancing, Tardi sama seperti warga lainnya: ingin banjir ini cepat-cepat surut. Kehidupan harus kembali normal. Ia menutup pembicaraan dengan nada haru, mengingat banyak tetangganya yang sudah jenuh mengungsi.
“Harapannya banjir segera surut, aktivitas warga biar bisa kembali normal lagi,” tutupnya.
Artikel Terkait
Gus Yaqut Jalani Pemeriksaan Perdana KPK sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
Rocky Gerung: Indonesia Menuju Crack Ekonomi, Bukan Sekadar Krisis Biasa
Kesepian di Atas JPO Kebon Manggis, Pria Ini Hanya Ingin Diperhatikan
Detektif Digital Ungkap Misteri Mercy Merah dan Penjarahan Terkoordinasi Agustus Lalu