UMKM Tercekik, Produksi Terganggu
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang kerap disebut sebagai tulang punggung ekonomi, juga terpuruk. Permintaan kredit dari UMKM terus merosot sejak 2022. Begitu pula dengan kredit modal kerja yang vital untuk operasional produksi.
Kriminalitas Jalanan: Alarm yang Berbunyi Keras
Yanuar lalu mengingatkan satu indikator krisis yang paling kasat mata: kriminalitas. Ia mengutip ucapan seorang jenderal di era SBY, bahwa indikator krisis bukanlah "copet di bursa saham", melainkan "copet di pasar".
Puncak Badai Diprediksi September 2026
Mengutip almarhum ekonom Faisal Basri, Yanuar punya prediksi yang suram. Ia memperkirakan puncak krisis akan terjadi pada kuartal ketiga tahun 2026, sekitar bulan September. Saat itulah krisis ekonomi diperkirakan akan bertabrakan dengan potensi konflik politik.
Pesan Keras untuk Istana
Terakhir, Yanuar menyampaikan peringatan khusus untuk Presiden Prabowo Subianto. Ia membandingkan situasi Indonesia sekarang dengan krisis Amerika Latin tahun 1982, saat Meksiko gagal bayar utang. Tekanan fiskal kita sedang besar: penerimaan negara turun, sementara utang yang jatuh tempo mencapai angka fantastis, Rp850 triliun.
Pesan penutupnya sederhana tapi mendesak: pemerintah harus jujur melihat detail penderitaan rakyat, bukan sekadar bermain dengan angka-angka besar yang terlihat indah di atas kertas.
Artikel Terkait
Kapolda DIY Copot Kapolresta Sleman Usai Kasus Hogi Minaya Mengguncang Kepercayaan Publik
Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang
Pemerintah Pacu Rehabilitasi Sekolah di Aceh, Target Rampung 2026
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah