Dalam sebuah wawancara yang cukup menggelisahkan, ekonom senior Yanuar Rizky tak sungkan menyuarakan keprihatinannya. Ia bicara blak-blakan soal kondisi ekonomi yang dinilainya kian memburuk, bertolak belakang dengan klaim-klaim optimistis yang sering kita dengar. Wawancara itu tayang di kanal YouTube "Abraham Samad Speak Up" pada Kamis lalu, 29 Januari 2026.
Daya Beli Rontok, Tercermin dari Pajak
Yanuar langsung menohok dengan data. Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Menurutnya, ini adalah sinyal yang jelas.
Ia lantas membeberkan fakta lain. Konsumsi rumah tangga, yang selama ini jadi penyangga utama perekonomian dengan kontribusi 54 persen, ternyata sedang melemah. Lalu, dari mana angka pertumbuhan 5 persen itu datang? Yanuar menyoroti peran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan belanja pemerintah yang salah satunya untuk pembelian alutsista sebagai penggerak utamanya.
Tabungan Menipis, Pekerja Tanpa Upah Membengkak
Kondisi riil di lapangan makin suram. Data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap hal yang memprihatinkan: rata-rata saldo rekening masyarakat dengan tabungan di bawah Rp100 juta anjlok dari Rp21 juta menjadi Rp19 juta.
Belum cukup sampai di situ. Ada fenomena lain yang justru lebih menghawatirkan: sebanyak 18 juta orang tercatat bekerja pada keluarga tanpa digaji. Mereka ini adalah korban PHK yang terpaksa pulang kampung dan membantu di sektor pertanian, tanpa penghasilan yang jelas.
Utang Menjadi Pelarian, Kredit Macet Meroket
Di sisi lain, gelagat masyarakat yang terdesak mulai terlihat dari pola utang. Fenomena pinjaman online (pinjol) yang macet sudah merajalela sejak 2023. Ini menunjukkan kalau masyarakat kelas menengah ke bawah sudah menjadikan utang sebagai cara bertahan hidup.
Kalangan menengah ke atas pun tak lebih baik. Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet pada kartu kredit melonjak hampir dua kali lipat, mencapai 1,75 persen. Transaksi pakai kartu kredit memang naik, tapi yang gagal bayar juga ikut merangkak naik.
Artikel Terkait
Kapolda DIY Copot Kapolresta Sleman Usai Kasus Hogi Minaya Mengguncang Kepercayaan Publik
Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang
Pemerintah Pacu Rehabilitasi Sekolah di Aceh, Target Rampung 2026
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah