China Akhirnya Buka Keran untuk Chip AI Nvidia, Tarif 25% Jadi Harga Kompromi

- Jumat, 30 Januari 2026 | 09:20 WIB
China Akhirnya Buka Keran untuk Chip AI Nvidia, Tarif 25% Jadi Harga Kompromi

Ratusan ribu unit chip H200 akan dikirim dalam tahap awal ini. Kabarnya, tiga perusahaan internet raksasa di China akan menjadi yang pertama mendapat jatah. Siapa mereka? Itu masih jadi rahasia. Yang pasti, antrian perusahaan teknologi lain yang menginginkan izin serupa sudah mengular.

Keputusan ini kebetulan sekali waktunya. Ia bertepatan dengan kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke China pada pekan yang sama. Meski demikian, suasana tetap senyap. Baik Nvidia maupun kementerian terkait di China memilih diam, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan soal kesepakatan ini.

Soal kecanggihan, H200 ini memang jagoan. Ia adalah salah satu prosesor AI terbaik Nvidia yang beredar saat ini, cuma selangkah di bawah seri paling top. Dulu, chip ini termasuk dalam daftar hitam yang dilarang masuk China. Beijing cuma diizinkan mengimpor varian H20 yang kemampuannya lebih terbatas. Jadi, persetujuan untuk H200 adalah lompatan yang signifikan.

Langkah Beijing ini menunjukkan prioritas yang berubah. Kebutuhan perusahaan teknologi dalam negeri, yang sudah menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun pusat data dan mengembangkan AI, kini didahulukan. Tanpa pasokan chip mumpuni, mustahil mereka bisa bersaing dengan raksasa seperti OpenAI atau pemain teknologi AS lainnya di panggung global.

Memang, beberapa perusahaan China seperti Huawei sudah punya chip AI buatan sendiri. Tapi, menurut sejumlah analis, performanya masih belum sanggup menyaingi H200. Jarak itu yang mau tak mau memaksa China untuk berkompromi. Di tengah rivalitas geopolitik yang makin memanas, kebutuhan praktis kadang harus mengalahkan kebanggaan nasional. Sebuah pilihan yang sulit, tapi mungkin, diperlukan.


Halaman:

Komentar