Tragedi "Soto Maut" SMA 2 Kudus: Korban Tembus 118 Siswa, Vendor MBG Minta Maaf di Tengah Raungan Sirine
Kamis itu benar-benar kelabu. Di SMA Negeri 2 Kudus, yang biasanya riuh dengan suara pelajaran, kini bergema raungan sirine puluhan ambulans. Bukan simulasi. Ini nyata. Operasi penyelamatan massal yang mencekam, dipicu oleh program "Makan Bergizi Gratis" (MBG) yang berubah jadi malapetaka.
Angkanya sungguh mengerikan. Dari laporan awal puluhan, korban yang dilarikan ke rumah sakit melonjak drastis. Hingga Kamis sore, 29 Januari 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengonfirmasi: 118 siswa harus dirawat di tujuh rumah sakit berbeda. RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RS Sarkies Aisyiyah semua penuh.
Tapi itu baru yang parah. Di sekolah, perkiraannya jauh lebih menakutkan. Sekitar 600 siswa dilaporkan mengalami gejala, mulai dari pusing dan mual biasa sampai diare hebat yang melumpuhkan. Bahkan beberapa guru yang ikut mencicipi makanan itu juga ikut terjangkit.
Lalu, apa pemicunya? Semua mata tertuju ke menu MBG hari Rabu sebelumnya. Paket makan siang yang seharusnya menyehatkan nasi, soto ayam suwir, tempe, taoge diduga kuat jadi biang kerok.
"Ayamnya asem, Mas. Baunya aneh, kayak sudah basi,"
kata seorang siswa yang terbaring lemas dengan infus di tangannya. Suaranya lirih, penuh kelelahan.
Artikel Terkait
Toren Air Gratis untuk Warga Jakarta yang Kesulitan Air Bersih
Lemkapi Bongkar Upaya Adu Domba Kapolri dan Presiden Prabowo
Pernyataan Sampai Titik Darah Penghabisan Picu Ancaman Posisi Kapolri
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Tahuna, Getaran Terasa hingga Daratan