Kasus tambang bauksit ilegal di Kalimantan Barat kembali memanas. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada seorang pengusaha berinisial AS, yang disebut-sebut punya peran kunci di PT Enggang Jaya Makmur (PT EJM). Operasi mereka diduga menjalar ke wilayah konsesi PT Aneka Tambang (ANTAM), dan kabarnya, potensi kerugian buat negara bisa mencapai angka yang fantastis: puluhan triliun rupiah.
Di tengah hiruk-pikuk ini, sosok Febyan Barbaro muncul ke permukaan. Sebagai Ketua Laskar Investigasi BAPAN RI untuk Kalbar, ia tak tinggal diam. Berbagai upaya hukum sudah ditempuh untuk mengungkap penyimpangan ini. Tapi, jalan yang dilalui ternyata tak semulus harapan.
"Proses hukum di Polda Kalimantan Barat, menurut kami, tidak berjalan maksimal," ujar Febyan.
Ia bahkan punya kecurigaan yang lebih dalam. Menurutnya, ada hambatan serius di level daerah. Febyan menduga, oknum aparat penegak hukum terlibat dalam menghambat pengusutan. Pengaruh kuat AS diduga merambah hingga ke tubuh kepolisian daerah, membuat laporan-laporan yang diajukan seolah mandek di tempat.
Namun begitu, rintangan di daerah rupanya bukan akhir cerita. Dalam sebuah podcast di kanal YouTube "Roemah Pemuda", Febyan mengungkap dugaan yang lebih mencengangkan. Setiap laporan yang ia ajukan seperti mentok, dan itu memunculkan kecurigaan baru: ada aliran dana yang mengalir ke pusat.
Artikel Terkait
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan
Polda Telusuri 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Bank Sulselbar Siapkan 36 ATM di Bone untuk Arus Mudik Lebaran